Pertamina dan 13 Kelompok Perhutanan Sosial Perkuat Komoditas Pangan

0
3 months ago

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20241228132706-625-1181766/pertamina-dan-13-kelompok-perhutanan-sosial-perkuat-komoditas-pangan. (diakses pada 30 Desember 2024)

Ilustrasi. (Foto: Arsip Pertamina)

Jakarta, CNN Indonesia — PT Pertamina (Persero) melalui program Hutan Lestari mewujudkan dukungan terhadap pemanfaatan ekosistem hutan secara produktif dan berkelanjutan. Hingga akhir 2024, program Hutan Lestari memiliki 337 program penanaman pohon, dengan akumulasi luas lahan terkelola hingga 891 hektare.
Sebagai bagian dari program Hutan Lestari, kolaborasi strategis lain dilakukan dengan Kementerian Kehutanan melalui program Perhutanan Sosial yang memberikan pendampingan intensif kepada 13 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di berbagai wilayah Indonesia.

Program ini juga mendukung program Asta Cita terkait swasembada pangan termasuk 12 Perhutanan Sosial yang berfokus pada produksi dan penguatan beragam komoditas pangan. Adapun sebagian komoditas itu termasuk dalam 12 Komoditas Pangan Strategis Nasional, seperti beras, gula, minyak kelapa, dan ikan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menyebut, selain untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan melalui program Perhutanan Sosial, program ini juga didorong untuk mendukung program pangan yang menjadi perhatian pemerintah.

“Melalui program Perhutanan Sosial, KUPS diharapkan mampu memaksimalkan lahan hutan untuk meningkatkan produktivitas pangan. Salah satu contoh nyatanya adalah KUPS Margo Rukun Bestari di Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung yang telah berhasil memproduksi kopi ramah lingkungan, madu, pupuk organik, dan bibit tanaman produktif,” kata Fajar.

Fajar menambahkan, produksi tersebut tidak hanya mendukung kebutuhan pangan lokal, tetapi juga memperluas akses pasar dengan produk seperti Kopi Beloe yang kini sudah tersedia secara komersial.

Dalam implementasi program, Pertamina memberi pendampingan mencakup pelatihan teknis, akses pendanaan, serta penguatan kelembagaan bagi KUPS. Sistem tata kelola berbasis masyarakat ini memungkinkan kelompok tani membentuk usaha produktif secara mandiri dan berkelanjutan.

Salah satu inovasi penting pada program tersebut, adalah integrasi teknologi ramah lingkungan dalam setiap tahap produksi, mulai dari pembibitan hingga pemasaran.

Wastoyo, penerima manfaat dari Program Perhutanan Sosial Margo Rukun Bestari yang juga merupakan Local Hero Program Perhutanan Sosial Margo Rukun Bestari mengatakan, banyak hal positif yang didapat masyarakat dari program Perhutanan Sosial seluas 40 hektare yang melibatkan 10 kelompok petani hutan itu.

“KUPS Margo Rukun Bestari saat ini sudah bisa melakukan pembibitan pohon produktif sebanyak 190 ribu pohon, serta pengolahan pupuk organik dari bahan baku kulit kopi dengan jumlah 70 ton/tahun dengan omzet penghasilan sebesar Rp1,5 miliar/tahun,” papar Wastoyo.

Untuk itu, Wastoyo menyampaikan syukur atas kehadiran pengelolaan usaha pelestarian lingkungan Pertamina yang memberi manfaat positif bagi warga setempat.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, program Hutan Lestari telah menanam lebih dari 8 juta pohon produktif dan mangrove, serta membina masyarakat sekitar agar dapat menyejahterakan komunitas dari sisi ekonomi, dengan peningkatan pendapatan kelompok hingga Rp3 miliar per tahun kepada 4.783 jiwa.

Program Hutan Lestari pun tercatat berkontribusi langsung terhadap beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam mengakhiri kelaparan (SDG 2), memastikan konsumsi dan produksi berkelanjutan (SDG 12), serta aksi iklim (SDG 13). Selain itu, inisiatif ini sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi landasan Pertamina dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan.

(rea/rir)

Leave a Reply