Pengelolaan Pengetahuan untuk Hutan Berkelanjutan

0
2 years ago
Kolaborasi pengembangan pengetahuan antara Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) dan Perkumpulan SAMPAN Kalimantan. Sabtu (29/07). Foto: Thomas Oni Veriasa

Sabtu 29/07/2023, 10.00 WIB

Kolaborasi pengembangan pengetahuan antara Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) dan Perkumpulan SAMPAN Kalimantan. Sabtu (29/07). Foto: Thomas Oni Veriasa

PONTIANAK, LATIN.OR.ID – LATIN menggunakan pendekatan berbasis riset untuk mengidentifikasi potensi lingkungan, sumber daya, sosial, dan keterampilan dalam merespon perubahan yang dipengaruhi aspek kebijakan untuk merancang rekomendasi dalam tata kelola hutan sehingga masyarakat lebih sejahtera dalam mengakses sumber penghidupan berkelanjutan. LATIN mendorong lingkar belajar untuk mengembangkan pengetahuan bersama praktisi, NGO, CSO, akademisi, pihak swasta, dan pemerintah untuk saling mendukung dalam pengelolaan hutan secara berkelanjutan dengan memprioritaskan pada kebutuhan masyarakat dan memadukan berbagai elemen komunitas di dalamnya untuk terlibat secara aktif.

Salah satu bentuk kolaborasi transfer pengetahuan telah dilaksanakan melalui pelatihan penelitian bersama Perkumpulan SAMPAN pada hari Sabtu (29/07) di Kantor Perkumpulan SAMPAN, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kegiatan ini dijalankan untuk meningkatkan kapasitas fasilitator desa wilayah Kapuas Hulu dan Kubu Raya, Kalimantan Barat, dalam mendampingi masyarakat melakukan pengelolaan potensi wilayah desa. Kegiatan ini fokus membahas terkait teknik dan kebutuhan penelitian mulai dari tahap sosialisasi, mengkaji data, pembentukan tim, pemetaan informan dan pemangku kepentingan, wawancara, sampai pada tahap analisis data. Teknik dan kebutuhan penelitian ini dipelajari bersama guna meminimalisasi adanya hambatan, kesalahan, atau masalah yang terjadi selama penelitian berlangsung.


Kolaborasi pengembangan pengetahuan antara Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) dan Perkumpulan SAMPAN Kalimantan. Sabtu (29/07). Foto: Thomas Oni Veriasa

Strategi pengelolaan pengetahuan secara kolaboratif diperlukan dalam setiap individu maupun kelompok penggerak perubahan khususnya pada masyarakat sekitar hutan untuk mencapai sistem yang dibutuhkan. Beberapa model laboratorium pembelajaran akan dirancang untuk memudahkan dan menyempurnakan transfer pengetahuan antarpihak. Saat ini, LATIN telah beraliansi dengan berbagai pihak diantaranya IPB University, Perkumpulan HuMa Indonesia, Lingkar Temu Kabupaten Lestari, Universitas Syiah Kuala, Perkumpulan Arupa, Universitas Tanjungpura, Canopi Rimbawan dan mitra lainnya untuk mengembangkan pengetahuan dalam mencapai visi tata kelola hutan Sosial Forestri.

Penulis: Annisa Aliviani

Leave a Reply