Merangkul Pundak Akademisi Muda, Bergerak dan Berkontribusi Bersama Sosial Forestri

0
1 year ago
Kegiatan SESORE Goes to Universitas Tanjungpura 9-11 November 2023. (Dokumentasi: Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura)

 

Kegiatan SESORE Goes to Universitas Tanjungpura 9-11 November 2023. (Dokumentasi: Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura)

Berawal dari kutipan yang termuat dalam assessment LATIN bertajuk Kehutanan 2045 adalah Sosial Forestri, “Mustahil membicarakan masa depan Sosial Forestri tanpa membahas tentang generasi muda”, sejak 2021, LATIN menggagas sebuah Sekolah Sosial Forestri yang mengedepankan systemic leadership untuk mempersiapkan pemuda-pemudi Sosial Forestri masa depan. Visi 10 juta anak muda terpapar Sosial Forestri yang tersurat dalam mimpi Wana Kanaya Sembada 2045 menjadi pilar semangat yang terus dikobarkan untuk menyiapkan pemuda yang saling terhubung dan menciptakan warna baru untuk kualitas Sosial Forestri masa depan. Pentingnya pemuda dalam masa depan Sosial Forestri didukung dan di highlight oleh hampir semua narasumber dalam dokumen SF 2045. LATIN memandang pemuda sebagai sumber daya yang sangat strategis untuk perbaikan Sosial Forestri. Dalam rangka mencapai visi 10 Juta anak muda terpapar Sosial Forestri pada tahun 2045, LATIN telah menyusun roadmap strategis yang berisikan langkah strategis dan sistematis serta terstruktur dari setiap kegiatan yang akan dilakukan. Salah satu kegiatan untuk mendorong hal ini adalah dengan menciptakan sebuah sistem pendidikan yang mengintegrasikan pengarusutamaan Sosial Forestri didalamnya. Menjawab hal ini, LATIN akan mengembangkan sebuah Akademi Sosial Forestri.

Akademi Sosial Forestri menjadi salah satu saluran dari pengelolaan pengetahuan (Knowledge Management Cycle) baru yang sedang dikembangkan oleh LATIN sebagai sebuah acuan dan pedoman dalam pelaksanaan penyebaran pengetahuan Sosial Forestri dengan cara memperluas materi, metode, model, dan dan keberagamaan keahlian fasilitator guna memberikan peningkatan kapasitas dan pengetahuan yang lebih berkualitas. Kegiatan ini Ini merupakan awal untuk terus mempromosikan dan mengarusutamakan kembali perbincangan dan penyebaran isu-isu Sosial Forestri di Indonesia. Akademi Sosial Forestri dikembangkan dalam berbagai bentuk rangkaian kegiatan, diantaranya SESORE Batch 4 yang dikembangkan menjadi SESORE Goes To Field, SESORE Goes to Campus (Academia Movement), Creative Hybrid Learning (DIKSI) dan Lingkar Belajar Sosial Forestri. Secara umum, benang merah dari Akademi Sosial Forestri ini adalah sebuah knowledge management system yang terdiri dari berbagai rangkaian pembelajaran tentang Sosial Forestri.

Mengapa akademisi muda?

Bagian terpenting dalam implementasi Sosial Forestri ialah tentang sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Keberhasilah Sosial Forestri tentunya sangat ditentukan dengan kualitas SDM di dalamnya. Ketersediaan sumber daya alam yang melimpah dari semua wilayah Sosial Forestri termasuk potensi hutan dan lahan di dalamnya, membuka peluang besar untuk dikembangkan sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat secara luas. Namun dari potensi-potensi tersebut, masih belum banyak usaha tani berbasis hutan dan lahan yang menjadi andalan ekonomi di Indonesia, masih banyak pola usaha tani yang stagnan dan mengalami kegagalan (Rohmayanto et al. 2019).

Di sisi lain, kondisi kebaruan dalam Sosial Forestri masih dirasa kurang dan mengalami stagnasi, inovasi yang inovatif dan aplikatif dari pengelolaan sumber daya alam yang melimpah masih sangat diperlukan. Pemuda adalah sosok yang sangat sering disebut dalam rencana-rencana aksi pengelolaan berbasis lingkungan. Data bonus demografi Indonesia pada tahun 2030 memberikan harapan dan tantangan yang serius tentang bagaimana pemuda bisa berkontribusi lebih dominan dan berkualitas untuk segala sektor yang ada. Dalam konteks pengelolaan hutan terutama dalam Sosial Forestri, dalam penelitian Sinery dan Manusawai (2016) menyebutkan bahwa partisipasi pemuda dalam pengelolaan hutan tergolong masih tergolong sebagai partisipasi yang sangat tidak aktif. Data tersebut juga didukung oleh penelitian yang menyebutkan bahwa partisipasi petani hutan dalam pengelolaan hutan, golongan umur petani hutan berusia dewasa menurut Yuliana (2007) dimana usia 18–35 tahun masih sangat minim yaitu 4%. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kurangnya partisipasi pemuda dalam pengelolaan hutan (Winata dan Yuliana 2012). Hal ini menjadi permasalahan serius yang harus diperhatikan mengingat pemuda adalah sumber daya potensial dan generasi penerus yang menjadi aktor kunci perubahan dalam masyarakat (Dhanani et al. 2009). Walaupun beberapa dapat kita lihat peran pemuda yang mulai meningkat di beberapa lokasi Sosial Forestri, namun partisipasinya masih kurang efektif dalam proses perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program (Prasaja et al. 2018).

Melihat permasalahan di atas, LATIN kemudian melaksanakan kegiatan dalam bentuk Academia Movement dimana sebuah perguruan tinggi sebagai sumber dan wadah pengetahuan turut andil dan berkontribusi dalam pembangunan gagasan serta pikiran tentang perbaikan Sosial Forestri di Indonesia. Kegiatan ini memberikan banyak pengetahuan terkait Sosial Forestri dan menstimulasi para mahasiswa untuk berpikir, membuat perencanaan tentang bagaimana mengembangkan potensi ataupun memberikan gagasan atas solusi dari permasalahan yang ditemukan pada pengelolaan Sosial Forestri. Dalam konteks ini, LATIN mengajak dan membuka kolaborasi dengan beberapa perguruan tinggi untuk membangun konteks dan wacana tentang Sosial Forestri masa depan. Academia movement ini dilakukan dalam rangkaian SESORE Goes to Campus yang pada tahun ini dikerjasamakan dengan tiga institusi pendidikan, yakni Universitas Tanjungpura, Universitas Mataram, dan Singapore University of Social Science.

 

Dekan Fakultas Kehutanan Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut, M.Si memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan SESORE Goes to Campus pada hari Kamis, 9 November 2023. (Dokumentasi: Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura)

SESORE Goes to Campus perdana telah berkolaborasi bersama Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura yang dilaksanakan di Aula Bungur Gedung Prof. Ir. Sakunto, MS, Kampus Baru, Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. SESORE Goes to Campus digagas oleh LATIN sebagai langkah strategis untuk mengajak perguruan tinggi di Indonesia untuk bekerja sama, membawa pesan penting Sosial Forestri ke dalam dunia akademisi di Indonesia.

Sasaran utama dari kegiatan ini adalah mahasiswa perguruan tinggi dari berbagai strata dan multidisiplin keilmuan untuk memperkaya gagasan dan pembelajaran kolektif untuk masa depan Sosial Forestri (SF). Selain memperkenalkan LATIN ke dunia akademisi, kegiatan ini juga dapat membuka ruang kolaborasi dengan pihak perguruan tinggi untuk bekerja sama dalam pengembangan knowledge management system dalam Sosial Forestri. Tidak menutup kemungkinan juga dari kolaborasi tersebut akan membuka peluang-peluang baru untuk melakukan riset bersama terkait pengelolaan Sosial Forestri di Indonesia.

SESORE Goes to Campus menjadi sebuah kegiatan Infiltrasi kampus/ perguruan tinggi untuk turut serta berperan penting, berkontribusi dalam perbincangan mengenai Sosial Forestri, menciptakan inovasi-inovasi baru, serta mendorong para mahasiswa untuk menyumbang pemikiran, gagasan dan inovasi untuk masa depan pengelolaan Sosial Forestri di indonesia. Adapun tujuan khusus dari terselenggaranya SESORE Goes to Campus ialah menumbuhkan pengetahuan, pemahaman kolektif dan kemampuan metode analisis para mahasiswa perguruan tinggi dari multidisiplin keilmuan dalam pembelajaran isu, wacana, dan konteks Sosial Forestri dengan melaksanakan diskusi inklusif untuk menciptakan solusi dengan teknik Design Thinking dan Appreciative Inquiry. Pendekatan ini memungkinkan para peserta dengan membuat alternatif inovasi yang inspiratif, aplikatif dan generatif untuk mencapai visi Sosial Forestri tahun 2045. Pelaksanaan SESORE Goes to Campus batch Universitas Tanjungpura diikuti oleh 46 mahasiswa dari berbagai multidisiplin keilmuan mulai dari semester 3 hingga semester 7. Beberapa fakultas yang bergabung menjadi peserta antara lain Fakultas Kehutanan, Fakultas Pertanian, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik. 

Proses coaching clinic penyusunan inovasi peserta bersama Sastiviani Cantika, Deputi Direktur LATIN. (Dokumentasi: Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura)

Penyelenggaraan kegiatan hari pertama diawali dengan sambutan dari Sastiviani Cantika selaku Deputi Direktur dan mewakili LATIN dan Fakultas Kehutanan UNTAN yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Kehutanan, Ibu Dr. Ir. Farah Diba, S.Hut, M.Si. “Kami ingin membangun wacana dan artikulasi mengenai Sosial Forestri di Indonesia kepada generasi muda. Karenanya Sekolah Sosial Forestri ini dibangun dengan pendekatan Intergenerational Approach, yang memungkinkan terjadinya alih pengetahuan, informasi, perspektif, wacana dan praktik-praktik Sosial Forestri kepada anak muda” ungkap Sastiviani Cantika dalam sambutannya. Menyambung hal tersebut, Dekan Fakultas Kehutanan, Farah Diba menyatakan “SESORE Goes to Campus Ini adalah program Sekolah Sosial Forestri pertama di Universitas Tanjungpura. Nantinya semoga konsep Perhutanan Sosial ini bisa diterapkan menjadi wacana dan rencana pembangunan kehutanan berkelanjutan, namun tidak hanya dari sisi kehutanannya saja, karena kehutanan banyak aspek di dalamnya sehingga perlu adanya multidisiplin keilmuan untuk membangunnya“.

Penyelenggaraan kegiatan ini diawali dan ditutup dengan pengisian pretest sebelum kegiatan dan posttest setelah kegiatan oleh peserta. Pengisian pretest dan posttest ini ditujukan untuk melihat sejauh mana pengetahuan dan pembelajaran dapat diserap oleh mahasiswa sebelum dan setelah kegiatan ini SESORE Goes To Campus yang bekerja sama dengan Universitas Tanjungpura ini mengemas materi pembelajaran secara teori dan praktik dalam kurun tiga hari. Peserta mendapatkan materi-materi dasar tentang Sosial Forestri, meliputi (1) Konsep, Sejarah, dan Perkembangan Sosial Forestri oleh Dr. Emi Roslinda, S.Hut, M.Si; (2) Kesetaraan Gender, Peran Pemuda dalam Sosial Forestri dan Hasil Kajian LATIN tentang kesetaraan gender oleh Sastiviani Cantika; dan (3) Permasalahan dan Tantangan dalam Sosial Forestri oleh Ir. Herlina Darwati, S.Hut, M.P. Materi-materi tersebut penting diberikan pada awal pertemuan untuk menjadi dasar pemahaman bersama dan pilar pengetahuan para mahasiswa tentang Sosial Forestri. 

Selain materi dasar Sosial Forestri,  peserta juga mendapatkan paparan pembelajaran dari hasil penelitian LATIN, hasil SESORE Batch 4 Goes To Field dan materi tentang metode-metode dan teknik analisis masalah dalam Sosial Forestri. Pada sesi ini, semua peserta SESORE Goes to Campus dibentuk menjadi 9 kelompok dengan komposisi dari berbagai multidisiplin keilmuan untuk berdiskusi dan menyusun sebuah inovasi Sosial Forestri. Dalam prosesnya, masing-masing kelompok didampingi oleh mentor/ coach yang membantu setiap proses  penyusunan inovasi. Proses penyusunan inovasi Sosial Forestri  berlangsung interaktif dan komunikatif antara peserta dan coach yang bertugas memberikan arahan berdasarkan pengalaman dan keilmuannya masing-masing. Pada akhir sesi, para peserta menuangkan kerangka gagasan inovasinya menjadi sebuah pitch deck yang dipresentasikan pada hari selanjutnya. 

Proses coaching clinic penyusunan inovasi peserta bersama Sastiviani Cantika, Deputi Direktur LATIN. (Dokumentasi: Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura)

Paparan dari sembilan kelompok peserta dilakukan pada hari terakhir dengan stakeholder heksa helix yang dihadirkan untuk memberikan masukan, rekomendasi serta peluang kolaborasi dari inovasi Sosial Forestri yang telah diciptakan sehingga semakin tergambar arah dan potensi dari inovasi yang disusun bersama. Kesan dan dukungan positif banyak tersampaikan untuk para mahasiswa yang telah berani menggagas berbagai inovasi Sosial Forestri. Rangkaian SESORE Goes to Campus Batch Universitas Tanjungpura ditutup dengan kegiatan pameran Produk Sosial Forestri yang dihadiri oleh berbagai lembaga maupun organisasi kewirausahaan kehutanan yang berhasil mengembangkan produk-produk unggulan Sosial Forestri. Pameran produk ini diselenggarakan selain untuk menambah wawasan mahasiswa terkait besarnya potensi dalam Sosial Forestri, juga menstimulasi para mahasiswa untuk turut andil dalam berkarya dan berfikir kreatif untuk mengembangkan potensi-potensi sumber daya alam yang ada. 

Dari berbagai rangkaian kegiatan dalam SESORE Goes to Campus Batch Universitas Tanjungpura yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, banyak kesan, pesan dan energi positif yang didapatkan oleh peserta, penyelenggara maupun aktor-aktor lain yang terlibat. Beberapa materi terkait Sosial Forestri yang disampaikan menjadi pengalaman baru bagi para mahasiswa yang belum pernah mendapatkannya dari mata kuliah yang diajarkan, termasuk menjadi warna baru bagi para mahasiswa yang berasal dari luar Fakultas Kehutanan yang awam terkait isu maupun konteks Sosial Forestri. “Dapat pengalaman baru, dapat ilmu baru yg mungkin masih belum aku pahami karena masih semester 3. Untuk kedepannya Angel udah dapat gambaran apa itu SF, tujuan kedepannya gimana, bersyukur bisa ikut kegiatan SESORE“, begitulah kesan dari Angela Januarti, salah satu peserta SESORE Goes to Campus Batch Universitas Tanjungpura yang masih duduk pada semester 3 di Fakultas Kehutanan. 

Penulis : Firman Dwi Yulianto

Editor : Sastiviani Cantika

Leave a Reply