Senin, 3 Juni 2024 | 07.00 WIB

BOGOR, LATIN.OR.ID – Generasi muda memegang peranan besar dalam menentukan masa depan keberlanjutan lingkungan, termasuk dalam menjamin kelestarian hutan bagi alam dan masyarakat setempat melalui skema Sosial Forestri. Dalam hal ini, sudah seharusnya generasi muda mengenal dan memperdalam pengetahuan mereka mengenai krisis lingkungan, pendekatan gender, pengorganisasian kelompok serta kemampuan advokasi dan berkampanye agar mampu mengambil bagian dalam pelestarian lingkungan khususnya wilayah hutan bagi masa mendatang.
Hal tersebut mendorong Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) menginisiasi model pembelajaran Sosial Forestri yang diperuntukan pada anak usia sekolah dasar dan menengah melalui Experiential Learning bersama JUMP! Foundation. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, bimbingan, dan sumber daya bagi generasi muda dalam mengkatalisis gerakan lingkungan di tempat tinggal mereka.
“Pengembangan Early Learning Model dengan Experiential Learning ini merupakan bentuk pengintegrasian isu Sosial Forestri kedalam materi pembelajaran melalui eksplorasi mandiri, kegiatan terstruktur, dan hands-on learning yang memungkinkan peserta didik mengembangkan berbagai keterampilan dan pengetahuan terkait lingkungan khususnya ekosistem Hutan dan Isu Sosial Forestri. Pengembangan model pembelajaran ini sekaligus menjadi ruang belajar dan ekperimentasi untuk LATIN dalam mainstreaming isu Sosial Forestri kepada audiens dengan usia lebih muda.” – ini quote ku ya Ica
Kemitraan antara LATIN dan Jump! Foundation dalam pengembangan model ini melahirkan pendekatan terbaik melalui pembelajaran berdasarkan pengalaman. Konsep ini diujicobakan kepada peserta didik salah satu sekolah Internasional Jakarta dengan pengembangan prototype Sosial Forestri di LATIN.
Jump! Foundation menjadi mitra strategis dalam pengembangan model ini dengan pengalaman pendekatan sustainability yang selalu diusung, jejaring organisasi dan fasilitator di seluruh dunia dalam program pembelajaran di luar sekolah untuk menciptakan pemimpin dan generasi muda yang resilien sebagai aktor perubahan.
“Dalam rangka memperluas dampak dan menghimpun pengetahuan masyarakat terkait tata kelola hutan berkelanjutan, LATIN membuka kolaborasi luas untuk membangun akademi Sosial forestri di Indonesia dengan menyasar generasi muda.” tutur Firman Dwi Yulianto, Koordinator Learning Hub LATIN.

Program kolaboratif yang diimplementasikan dalam kegiatan ini telah dianalisis berdasarkan keterjangkauan peserta didik sekolah Internasional dengan lingkungan sekitarnya. Setidaknya terdapat lima pengetahuan dasar yang disediakan diantaranya: Pembelajaran mengenai ekosistem hutan melalui Forest Bathing; Pengenalan, pemanfaatan, dan pengolahan sumber daya hutan melalui Bamboo Crafting; Pengenalan etnomedicine dan minuman dari Hutan melalui Organic Herbs, Spices Tea – Tisane Brewing yang dikemas dalam tema Witchcraft & Poison Class ; Mengenali keanekaragaman hayati hutan dan indikator lingkungan melalui Kelas Herpetofauna danEcosystem Learning, dan Social Forestry Prototype learning yang dilakukan melalui kegiatan cultivation dan etnomedicine learning. Sebanyak kurang lebih 200 peserta didik sekolah Internasional yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusiasme yang tinggi.
Program kolaboratif ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem jalur pembelajaran yang dapat dengan mudah diadopsi generasi muda secara berkelanjutan dan menjadi sebuah peluang dimana pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai serta pengalaman diperoleh dan diciptakan bersama masyarakat. Di masa mendatang, generasi muda dipersiapkan dapat merangkul ketidakstabilan dan menyebarkan nilai-nilai positif dalam permasalahan yang kompleks sehingga dapat berkontribusi pada perbaikan dan keberlanjutan.
Penulis: Annisa Aliviani
Penyunting: Sastiviani Cantika