Memperluas Kolaborasi dan Membawa Pesan Penting Sosial Forestri dengan Perguruan Tinggi

0
1 year ago

Rabu, 4 Maret 2024, 13.00 WIB

BOGOR, LATIN.OR.ID – Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) kembali membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkaya gagasan, inovasi, kerjasama, dan kolaborasi. LATIN meyakini Sosial Forestri membutuhkan kerjasama multipihak untuk mencapai Wana Kanaya Sembada 2045. Tahun 2021 hingga 2023 Kemudian LATIN pada tahun 2024 memfokuskan untuk mengambil peran dalam penguatan knowledge management dan kolaborasi antargenerasi. 

 

Bersama Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University, LATIN kembali mencoba menjajaki peluang-peluang kolaborasi untuk mensinergikan berbagai rancangan program yang akan dilakukan selama periode 2024 hingga 2026. Melalui highlight program Social Forestry Academy, LATIN ingin membuka peluang lebih besar dengan mengajak FEMA IPB University untuk turut membawa pesan penting Sosial Forestri ke dalam dunia pendidikan Indonesia. Pada tahun 2023 LATIN telah berkolaborasi dengan Universitas Tanjungpura, Universitas Mataram dan Singapore University of Social Science (SUSS) dalam rangkaian SESORE Academia Movement yang berkolaborasi juga dengan pihak FEMA IPB University.  

 

Dalam pertemuan ini, LATIN melakukan audiensi bersama FEMA IPB University yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Kerjasama FEMA, Prof. Dr. Dodik Briawan, MCN di ruang AMG Connect FEMA IPB University. LATIN membuka pertemuan audiensi dengan memaparkan hasil kajian LATIN, capaian, milestone dan highlight program yang berpeluang besar untuk dikolaborasikan dengan pihak FEMA IPB University. Dalam paparan tersebut, Sastiviani Cantika sebagai Deputi Direktur LATIN memfokuskan Social Forestry Academy sebagai peluang terbaik untuk dikolaborasikan dengan pihak FEMA sebagai entitas perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam penguatan pengelolaan pengetahuan Sosial Forestri. “Kegiatan SESORE Academia Movement  menjadi sebuah kegiatan Infiltrasi kampus/ perguruan tinggi untuk turut serta berperan penting, berkontribusi dalam perbincangan mengenai Sosial Forestri. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan pengetahuan, pemahaman kolektif dan kemampuan metode analisis para mahasiswa perguruan tinggi dari multidisiplin keilmuan dalam pembelajaran isu, wacana dan konteks Sosial Forestri dengan melaksanakan diskusi inklusif untuk menciptakan solusi dan alternatif inovasi yang inspiratif, aplikatif dan generatif untuk mencapai visi Sosial Forestri”. LATIN menyasar anak muda, yakni mahasiswa sebagai aktor yang dapat memberikan kontribusi perubahan dalam Sosial Forestri di Indonesia.

 

Beberapa program dalam rangkaian Social Forestry Academy yang ditawarkan kepada pihak FEMA antara lain SESORE Academia Movement, Program lingkar belajar, Social Forestry Scholar, dan peluang menyasar site desa yang sedang dikembangkan oleh LATIN bersama P4W IPB sebagai lokasi KKNT. Dalam tanggapannya, Prof. Dr. Dodik Briawan, MCN menyampaikan “Fakultas Ekologi Manusia ini memiliki tiga departemen yang fokus pada Gizi Masyarakat (GM), Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) dan Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM). Kemudian IPB ini sangat luas secara konteks keilmuan, sangat baik apabila fakultas-fakultas lain dapat dilibatkan bersama”. Kesempatan Audiensi ini juga dimanfaatkan LATIN untuk melakukan tindak lanjut kolaborasi dalam kegiatan SESORE Academia Movement yang akan dilaksanakan kedua kalinya bersama SUSS di dua lokasi di Bogor Jawa Barat.

 

Dalam proses diskusi, LATIN dan FEMA IPB University menemukan beberapa topik dan konteks bahasan yang saling berkaitan seperti pengembangan Indeks Wakanda yang sedang dikembangkan oleh LATIN sebagai indeks pengukuran keberhasilan Sosial Forestri di Indonesia yang belum dikembangkan secara tepat. Dalam Indeks Wakanda tersebut, LATIN dapat mengukur sebuah keberhasilan dan capaian Sosial Forestri berbasis lanskap lokasi Sosial Forestri. FEMA sejalan dengan hal tersebut sedang mengembangkan berbagai indeks pengukuran yang didapatkan dari kombinasi pengukuran secara spasial dan sensus  pada Laboratorium Data Desa Presisi. Data Desa Presisi tersebut telah banyak diadopsi oleh pemerintah sebagai data dasar dalam mendukung pengambilan keputusan dan kebijakan. 

 

Beberapa peluang kolaborasi lain yang dapat disusun bersama antara LATIN dan FEMA adalah sebuah forum-forum diskusi baik formal maupun informal terkait isu-isu Sosial Forestri dan pengembangan masyarakat sekitar hutan yang menyasar organisasi kemahasiswaan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Profesi FEMA. Peluang ini dapat dikembangkan bersama melalui beberapa kegiatan seperti lingkar baca, Diskusi Asik Sosial Forestri (DIKSI) dan kegiatan kolaboratif lainnya. Di tahun ini LATIN dan FEMA berencana untuk menyusun sebuah dokumen kerja sama dan memulai untuk mengimplementasikannya. 

 

Penulis: Firman Dwi Yulianto

Editor: Sastiviani Cantika

Leave a Reply