Lomba Foto “Pohon untuk Kehidupan” Sukses Digelar oleh LATIN dan Ananta Fund

0
3 months ago
Juara 1 Lomba Foto “Pohon untuk Kehidupan” oleh LATIN dan Ananta Fund. Foto: Muhammad Fixi Nurcahyadi

Bogor, LATIN.OR.ID – Dalam rangka memperingati Hari Pohon Sedunia 2024, Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) dan Ananta Fund dari Yayasan KEHATI sukses menyelenggarakan lomba foto bertema “Pohon untuk Kehidupan: Menjaga Alam dan Membangun Masyarakat”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya pohon sebagai elemen vital dalam kehidupan, serta kaitannya dengan isu sosial dan lingkungan yang mendesak.  

 

Lomba yang berlangsung dari 21 November hingga 16 Desember 2024 ini berhasil menarik partisipasi luar biasa dengan terkumpulnya 1.200 foto dari berbagai peserta di seluruh penjuru Indonesia. Karya-karya tersebut menggambarkan hubungan harmonis manusia dengan alam, sekaligus menunjukkan peran pohon dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan pengentasan isu sosial.  

 

“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Banyak karya yang tidak hanya indah secara visual tetapi juga memiliki narasi kuat tentang kesetaraan gender, pengentasan kemiskinan, dan pelestarian lingkungan,” ujar Ali Setiawan, salah satu juri lomba.  

 

Setelah melalui proses seleksi ketat oleh tim juri yang terdiri dari Bea Wiharta, Thomas Oni Veriasa, dan Ali Setiawan, diumumkan tiga pemenang utama lomba serta 10 nominasi foto favorit.

 

Satu foto yang berhasil meraih juara adalah karya Muhammad Fixi Nurchayadi. Foto tersebut menampilkan momen inspiratif seorang ibu paruh baya yang sedang menanam mangrove di tengah air setinggi perutnya. Potret ini bukan hanya menangkap perjuangan seorang perempuan, tetapi juga merefleksikan kekuatan masyarakat akar rumput dalam menjaga lingkungan. Fixi menjelaskan bahwa foto ini diambil di kawasan pesisir yang terancam abrasi. Ibu-ibu di daerah tersebut bahu-membahu menanam mangrove sebagai benteng alami untuk melindungi kampung mereka dari kerusakan ekosistem. Aktivitas ini menjadi simbol peran perempuan dalam pelestarian alam yang sering kali kurang mendapatkan sorotan.

 

Gambar ini sangat relevan dengan misi LATIN yang mendukung pengelolaan sumber daya alam secara adil dan berkelanjutan, khususnya melalui pendekatan community forestry atau perhutanan sosial. Dalam konteks ini, upaya penanaman mangrove oleh masyarakat pesisir menunjukkan bagaimana kemandirian komunitas dapat menjadi solusi nyata menghadapi ancaman perubahan iklim dan bencana lingkungan.

 

Di sisi lain, karya ini juga sejalan dengan tujuan Ananta Fund yang berupaya memperkuat kapasitas organisasi masyarakat sipil (OMS) untuk mendorong pemberdayaan komunitas, termasuk perempuan, dalam mengatasi isu lingkungan dan sosial. Peran perempuan yang tergambar dalam foto Fixi mencerminkan pentingnya kesetaraan gender dalam pelestarian alam, salah satu isu utama yang menjadi fokus Ananta Fund.

 

Penanaman mangrove yang ditampilkan dalam foto ini tidak hanya berfungsi sebagai upaya mitigasi perubahan iklim, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat, sepertiperlindungan dari abrasi, peningkatan keanekaragaman hayati, dan penyediaan sumber penghidupan baru. Melalui narasi ini, karya Fixi menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil seperti menanam pohon mangrove dapat membawa perubahan besar dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan masyarakat.

 

Sebagai salah satu pemenang, foto Fixi menjadi representasi sempurna dari tema lomba, “Pohon untuk Kehidupan: Menjaga Alam dan Membangun Masyarakat”. Ia berhasil menunjukkan bahwa pelestarian alam adalah kerja kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama perempuan yang sering menjadi garda terdepan dalam melindungi bumi untuk generasi mendatang.

 

“Melalui karya-karya luar biasa ini, kami berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya pohon dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari kehidupan yang berkelanjutan,” ujar Bea Wiharta.  

 

Lomba ini dirancang untuk memotivasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih peduli terhadap lingkungan. Selain itu, melalui karya visual, peserta diajak untuk mengangkat isu-isu seperti perubahan iklim, ruang gerak masyarakat sipil, dan keadilan sosial. “Fotografi adalah medium yang kuat untuk menyampaikan pesan. Kami berharap karya-karya ini bisa menginspirasi tindakan nyata dalam menjaga alam dan membangun masyarakat yang lebih inklusif,” ungkap Thomas Oni Veriasa.  

 

Dengan dukungan dari media partner seperti Yayasan KEHATI, Mongabay Indonesia, TelusuRI, Pewarta Foto Indonesia, Yayasan Fotografi Indonesia, INFIS, Mata Waktu dan Geonusantara, lomba ini mendapatkan perhatian luas dari publik. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari kampanye jangka panjang dalam mendukung perhutanan sosial dan pelestarian lingkungan.  

 

Penulis: Annisa Aliviani

Penyunting: Sastiviani Cantika

Leave a Reply