KANAYA FUND : Langkah Pertama Menuju Pengembangan Sistem Ekonomi RESTORATIF

0
6 months ago

Sabtu, 19 Oktober 2024

Pengambilan titik koordinat batas penanaman di Kecamatan Belik. (Foto: Ayudya/LATIN)

PEMALANG, LATIN.OR.ID – Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN), bersama dengan tokoh masyarakat Isa Ansori dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Gandrung, memulai langkah konkret dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Pada tanggal 17 Oktober 2024, kegiatan pemetaan kawasan dilaksanakan di empat lokasi berbeda di Kecamatan Belik bersama dengan Pak Isa Ansori. 

Isa Ansori adalah pegiat lingkungan yang mendirikan Kelompok Pecinta Alam Sabhawana. Kiprahnya dalam menjaga mata air sudah dimulai dari tahun 1997 dan berhasil menyelamatkan sekitar 86 mata air di Kecamatan Belik. Selama 27 tahun ia bersama dengan kolektifnya giat menanam di sekitar titik mata air. Sedangkan KTH Wana Gandrung akan fokus penanaman di Kecamatan Pulosari. Lembaga ini merupakan Kelompok Penerima Izin Perhutanan Sosial. 

Empat titik lokasi dipilih berdasarkan kondisi ekosistem dan potensi sumber daya alam setempat. Setiap lahan akan disiapkan dengan memperhatikan prinsip-prinsip agroforestri, di mana tanaman produktif dan tanaman pelindung tumbuh bersama dalam satu ekosistem. Dengan sistem ini, mata air yang ada di kawasan tersebut diharapkan tetap terjaga, sementara masyarakat dapat memanfaatkan hasil panen Multi-Purpose Tree Species (MPTS) seperti buah alpukat untuk kebutuhan ekonomi sehari-hari.

“Kolaborasi ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga menciptakan harmoni antara manusia dan alam. Masyarakat tidak hanya berperan sebagai pengelola tetapi juga sebagai penerima manfaat dari hutan yang lestari,” ungkap Pak Isa Ansori. Ia menambahkan bahwa keterlibatan langsung para petani dalam setiap tahapan pemetaan dan penyiapan lahan memastikan program ini berkelanjutan dan berdampak jangka panjang.

Penanaman bibit MPTS di lahan Kelompok Tani Hutan Wana Gandrung. (Foto: Dicka Prawira/LATIN)

Pada 18-19 Oktober 2024, bersama dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Gandrung melakukan penyiapan lahan dan penanaman bibit. Fokus utama kegiatan ini sebagai upaya dalam ekonomi restoratif dimana masyarakat disekitar hutan tetap mendapatkan keuntungan ekonomi sekaligus menjaga keberlangsungan mata air bale kambang, yang menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Gandrung, dengan Mas Wawan sebagai ketua kelompok tani. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan partisipasi masyarakat sekitar, yang turut mengambil bagian dalam penyiapan lahan dan penanaman bibit.

“Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan lingkungan, tetapi juga menciptakan sumber penghidupan baru bagi masyarakat di sekitar hutan. Kolaborasi aktif antara masyarakat dan pengelola hutan sangat penting untuk mewujudkan ekonomi restoratif,” ujar Mas Wawan, Ketua KTH Wana Gandrung. 

Dengan adanya sinergi antara konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, Lembaga Alam Tropika Indonesia dan KTH Wana Gandrung optimis bahwa inisiatif ini akan menciptakan dampak positif dan menjadi model keberlanjutan bagi daerah lain.

Penulis: Muhammad Fadhil Sumakoen Karim

Penyunting: Thomas Oni Veriasa

Leave a Reply