
Konsolidasi Rencana Penerapan Program Hutan Wakaf di Jawa Timur antara PP Muhammadiyah dan LATIN dengan PWM Jawa Timur, MPW PWM Jawa Timur, MDMC, dan MLPB PWM Jawa Timur, dan LLHPB ‘Aisyiyah Jawa Timur (Foto: LATIN/DICKA PRAWIRA)
SURABAYA, LATIN.OR.ID – Pada 14 Oktober 2024 telah dilaksanakan pertemuan koordinasi Program Hutan Wakaf antara Majelis Lingkungan Pimpinan Pusat (MLH PP) Muhammadiyah dan Lembaga Alam Tropika (LATIN) dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang dihadiri oleh Wakil Ketua dan Bendahara serta Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW), Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur.
Pertemuan koordinasi di Kantor PWM Jawa Timur, tepatnya Jalan Kertomenanggal IV/1 Kota Surabaya merupakan bagian rangkaian konsolidasi awal rencana implementasi Program Hutan Wakaf di tingkat tapak khususnya wilayah kerja PWM Jawa Timur. Drh. Zainul Muslimin, Bendahara PWM Jawa Timur menyampaikan bahwa di Jawa Timur banyak lahan-lahan kosong yang bisa ditanami dengan tanaman pangan atau tanaman produktif, misalnya lahan sekolah, lahan kampus, rumah sakit maupun Amal Usaha lainnya. Alangkah baiknya kalau ini bisa dioptimalkan sehingga bukan hanya memberikan oksigen yang baik namun juga manfaat ekonomi.
Sedangkan Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Ir. Tamhid Masyhudi, menyatakan bahwa Program Hutan Wakaf merupakan inisiatif yang baik. Program ini akan sejalan dengan karakter Rahmatan Lil ‘Alamin yang diusung oleh Muhammadiyah.
“Daya juang Muhammadiyah (salah satunya) yaitu Rahmatan Lil ‘Alamin. Kehadiran Muhammadiyah harus memberikan kebermanfaatan (bagi seluruh makhluk ciptaan Allah). Program Hutan Wakaf ini sangat menarik karena akan menjadi sinergi yang menyeluruh dalam pendayagunaan lahan wakaf. Inilah Islam Berkemajuan yang kami usung, dan cara Muhammadiyah membangun bangsa dan negara”, ungkap Ir. Tamhid Masyhudi dalam sambutannya.
Misi kerahmatan itu bukan hanya penting bagi kemaslahatan umat manusia, tetapi juga bagi seluruh makhluk ciptaan Allah di muka bumi seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, lingkungan dan sumber daya alam. Hal ini tercantum dalam Risalah Islam Berkemajuan berdasarkan Keputusan Muktamar Ke-48 Tahun 2022. Dokumen risalah itu memuat Karakteristik Lima (al-Khasha’ishu al-Khamsu) yang menjadi ciri Islam Berkemajuan (al-Islam al-Taqaddumi), salah satunya yaitu mewujudkan rahmat bagi seluruh alam (Tahqiq al-Rahmah li al-‘Alamin).

Diskusi rencana penerapan Hutan Wakaf di Jawa Timur (Foto: LATIN/DICKA PRAWIRA)
Program Hutan Wakaf akan mengukuhkan kontribusi warga Muhammadiyah dalam penanggulangan masalah akibat krisis iklim. Misalnya cuaca ekstrem dan peningkatan suhu bumi yang semakin tinggi. Hal tersebut sesuai dengan kondisi kontekstual yang terjadi saat ini.
“Ini (hutan wakaf) adalah sebuah opportunity yang besar, dan saya merasa yakin bisa dilakukan oleh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Karena banyak sekali tanah-tanah wakaf Muhammadiyah yang belum diberdayakan secara optimal, upaya ini diniatkan bukan hanya untuk menghijaukan bumi, namun juga peningkatan kesejahteraan ekonomi. Warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah akan menjadi pelopor dalam aksi pengurangan emisi karbon dengan aksi-aksi kemaslahatan untuk bumi dan generasi, dan hutan wakaf ini adalah salah satunya”, Ujar Hening Parlan, Wakil Ketua MLH PP Muhammadiyah yang juga Direktur EcoBhinneka Muhammadiyah dalam pertemuan tersebut.
Muhammadiyah sebenarnya kerap melakukan kegiatan penanaman pohon. Namun karena tidak terlihat langsung memberikan manfaat ekonomi maka banyak yang tidak terawat. Sementara ‘Aisyiyah sudah mencanangkan Gerakan Penanaman Pohon dengan pola asuh dan hal ini membuktikan bahwa menanam pohon memang perlu perawatan dan pengasuhan agar bisa tumbuh dengan baik.
“Kita tahu bahwa Muhammadiyah memiliki kader atau anggota yang sangat banyak, sehingga dampak program ini bisa dilakukan secara masif”, tambah Drh. Zainul Muslimin.
Thomas Oni Veriasa, Direktur Eksekutif LATIN menyampaikan bahwa Program Hutan Wakaf dapat menjadi salah satu inovasi untuk meningkatkan produktivitas tanah-tanah wakaf sekaligus memberikan banyak manfaat (seperti manfaat sosial, ekonomi dan lingkungan) bagi warga Muhammadiyah yang ada di daerah.
“Dan bagi LATIN, ini (Hutan Wakaf) merupakan salah satu inovasi pengembangan Sosial Forestri, dimana pengelolaan hutan itu dapat dikembangkan secara lestari di atas tanah-tanah (hak) milik. Inovasi Hutan Wakaf yang diterapkan di Jawa Timur akan menjadi pilot model atau percontohan untuk calon lokasi lainnya”, Ungkap Thomas Oni Veriasa.
Konsolidasi awal Program Hutan Wakaf bersama PWM Jawa Timur telah menghasilkan beberapa rencana aksi diantaranya yaitu mengukuhkan kesepakatan dan konsolidasi teknis pelaksanaan program termasuk penyusunan perjanjian kerjasama, serta menyusun dokumen pra asesmen dan profil lokasi calon lokasi Hutan Wakaf. Harapannya pada awal Januari 2025, kegiatan sudah bisa mulai dilaksanakan.
Narahubung:
Novan Aji – LATIN, +62 822 1308 2545
Farah Adiba – EcoBhinneka Muhammadiyah, +62 811 2551 236
Penulis : Bambang Tri Daxoko
Penyunting : Hening Parlan, Thomas Oni Veriasa Novan Aji