Konsolidasi Penerapan Inisiasi Program Hutan Wakaf di Jawa Tengah antara MLH PP Muhammadiyah, LHKP PP Muhammadiyah, dan LATIN dengan PWM Jawa Tengah, MPW PWM Jawa Tengah, MPM PWM Jawa Tengah, dan Lazismu PWM Jawa Tengah. (Foto: Redaksi PWM Jawa Tengah)
SEMARANG, LATIN.OR.ID – Hari Kamis tanggal 10 Oktober 2024, telah dilakukan pertemuan koordinasi antara LATIN, Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat (MLH PP) Muhammadiyah, dan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Pusat (LHKP PP) Muhammadiyah dengan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, serta Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW), Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), dan Lazismu PWM Jawa Tengah. Kunjungan ini merupakan bagian dari proses konsolidasi Program Hutan Wakaf yang dicanangkan PP Muhammadiyah, LATIN dan Jejakin dalam satu tahun terakhir di tingkat wilayah Muhammadiyah.
LHKP PP Muhammadiyah menginisiasi Program Hutan Wakaf sebagai respon terhadap Keputusan Rapat Kerja Nasional PP Muhammadiyah 29 September hingga 01 Oktober 2023 dengan mengeluarkan rekomendasi peta jalan Pengelolaan Hutan Lestari. Pada Desember 2023, LHKP PP Muhammadiyah dan LATIN juga telah menerbitkan Policy Paper berjudul Sosial Forestri, Hutan Wakaf dan Komunitas Epistemik.
Widhyanto Muttaqien dari LHKP PP Muhammadiyah juga menambahkan bahwa pengelolaan hutan yang lestari merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari amar ma’ruf nahi munkar dan komitmen Muhammadiyah terhadap pelestarian lingkungan dan pencegahan krisis iklim. Inovasi Hutan Wakaf dapat menjadi pilihan bagi Muhammadiyah untuk merealisasikan hal tersebut.
Bagi LATIN, penerapan Hutan Wakaf merupakan bagian dari konsep besar Sosial Forestri dan telah menjadi Visi LATIN 2045. Konsep ini menekankan pada pengelolaan hutan yang diprakarsai oleh entitas sosial apapun yang melibatkan masyarakat dengan prinsip kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat secara beriringan. Hutan Wakaf sendiri merupakan bentuk Sosial Forestri di luar kawasan hutan negara. Hal ini diungkapkan oleh Novan Aji, Koordinator Community Hub LATIN, dalam presentasi grand design Program Hutan Wakaf.
Inisiasi Program Hutan Wakaf yang disampaikan oleh LATIN bersama MLH dan LHKP PP Muhammadiyah mendapatkan sambutan yang baik dari jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.
Dr. KH. Tafsir, M.Ag menyambut tim Program Hutan Wakaf. (Foto: Redaksi PWM Jawa Tengah)
Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag menyampaikan bahwa inisiasi program ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis namun juga manfaat sosial, ekonomi, budaya dan lain-lain bagi penerima manfaat (beneficiaries) seiring dengan perkembangan waktu, sehingga harus melibatkan seluruh jajaran PWM Jawa Tengah. Sebab itu, inisiasi Program Hutan Wakaf ini perlu didiskusikan bersama jajaran pengurus lainnya.
“Kami perlu konsolidasi internal terlebih dahulu sebelum melakukan (komitmen) kerjasama bersama MLH, LHKP, LATIN dan Jejakin untuk Program Hutan Wakaf ini”, ungkap Dr. KH. Tafsir, M.Ag, Ketua PWM Jawa Tengah, dalam sambutannya pada pertemuan tersebut.
Selain itu, Dr. H. Ahmad Furgon, Lc, MA, Wakil Ketua MPW PWM Jawa Tengah juga menyampaikan bahwa inisiasi Program Hutan Wakaf menjadi angin segar untuk memperkuat komitmen Muhammadiyah dalam pelestarian lingkungan dan mendayagunakan aset-aset Muhammadiyah yang belum produktif di Jawa Tengah.
Diskusi rencana penerapan Program Hutan Wakaf di Jawa Tengah. (Foto: Redaksi PWM Jawa Tengah)
Konsolidasi awal yang berlangsung di Kantor PWM Jawa Tengah, Jalan Singosari Raya No.33 Kota Semarang, dilaksanakan dengan tujuan untuk mengutarakan niat dan komitmen kerjasama dalam implementasi inisiasi Program Hutan Wakaf di tingkat tapak. Pasalnya, PWM Jawa Tengah merupakan pengelola aset-aset wakaf Muhammadiyah di wilayah Jawa Tengah.
Penerapan Program Hutan Wakaf di Jawa Tengah akan menjadi salah satu lokasi pilot project yang dapat menjadi media pembelajaran (role model) dalam pengembangan komunitas epistemik dengan prinsip pelestarian lingkungan di lokasi-lokasi lainnya.
“Program Hutan Wakaf merupakan daya juang dan langkah warga Muhammadiyah untuk mengatasi cuaca yang nampaknya semakin tidak menentu (krisis iklim). Kami mohon bantuan PWM Jawa Tengah untuk merekomendasikan lahan-lahan wakaf (untuk Program Hutan Wakaf)”, Ungkap Hening Purwati Parlan, S.Sos, M.M, Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah.
Dari konsolidasi awal tersebut menghasilkan beberapa rencana aksi, diantaranya adalah kepastian lokasi tanah wakaf dari PWM Jawa Tengah untuk model pembelajaran Program Hutan Wakaf, melakukan konsolidasi dan merumuskan detail pelaksanaan, serta menyusun profil dan pendataan lokasi, termasuk rencana penyusunan MoU (Memorandum of Understanding).
Penulis : Bambang Tri Daxoko
Penyunting : Hening Purwati Parlan, Widhyanto Muttaqien, Novan Aji