
Presiden Jokowi bersama jajaran Menteri di Festival LIKE 2. (Foto: KLHK)
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan, dan Energi Baru Terbarukan atau Festival LIKE 2 yang berlangsung sejak Kamis (8/8) hingga 11 Agustus di Jakarta Convention Center (JCC).
Festival ini dirancang sebagai ajang untuk memperlihatkan komitmen dan pencapaian dalam menjaga lingkungan, mendukung teknologi ramah iklim, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
Ketua Pelaksana Festival LIKE 2, Sigit Reliantoro, mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan Festival LIKE 2 sudah dimulai sejak 7 Juni 2024 dengan berbagai acara menarik. Salah satu yang menarik perhatian adalah Green Talk yang diikuti oleh 16 eselon I KLHK, yang membahas kinerja selama 10 tahun terakhir serta implementasi roadmap menuju net zero emission pada tahun 2060 atau lebih awal.
“Acara ini memperoleh antusiasme yang sangat tinggi karena ditonton oleh 1,23 juta penonton,” kata Sigit dalam pembukaan Festival LIKE 2 di HALL B JCC, Jakarta, Kamis (8/8).
Festival ini akan menyelenggarakan 53 sesi talk show yang membahas kinerja KLHK dan pencapaian teknologi ramah iklim. Selain itu, penghargaan akan diberikan kepada 82 tokoh yang terdiri dari akademisi, media, komunitas, pemerintah daerah, dan dunia usaha yang telah bermitra dengan KLHK. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendukung upaya KLHK.
Selain itu, sebanyak 57 booth akan memamerkan inovasi dan program dari berbagai lembaga pemerintah, organisasi internasional, komunitas lingkungan, serta kementerian dan lembaga terkait. Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut hadir pada hari kedua Festival LIKE 2, Jumat (9/8), untuk menyerahkan sejumlah SK penting kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyerahkan Layanan Dana Masyarakat & Layanan Pembiayaan Ekonomi Sirkular kepada 15 perwakilan, serta Surat Keputusan (SK) Tanah Obyektif Reforma Agraria (TORA) dan SK Perhutanan Sosial. Selain itu, ia juga menyerahkan SK TORA dan SK Perhutanan Sosial untuk peremajaan sawit rakyat.
“Saya sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan, menjaga lingkungan, dan mengatasi dampak perubahan iklim,” ujar Jokowi, mengutip situs resmi Setkab. Ia menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan dan mengatasi perubahan iklim tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan memerlukan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat dan komunitas global.
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyerahkan SK Perhutanan Sosial seluas 1,07 juta hektare, SK TORA seluas 43 ribu hektare, serta SK lahan sawit rakyat dan sertifikat layanan dana lingkungan untuk masyarakat. “Dengan penyerahan SK Hutan Sosial sekarang, maka realisasi perhutanan sosial hingga saat ini telah mencapai 8,018 juta hektare bagi 1,4 juta kepala keluarga,” ujar Siti.
Pemerintah juga menyerahkan SK Perhutanan Sosial untuk hutan adat seluas 15.879 hektare, serta SK terkait lahan seluas 37 ribu hektare bagi peremajaan sawit rakyat. Penyerahan SK ini menandakan komitmen kuat pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap lahan dan mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Sumber Berita : https://www.inilah.com/festival-like-2-inovasi-teknologi-ramah-iklim-dan-pengelolaan-hutan-berkelanjutan diakses pada 11 Agustus 2024