
Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) didirikan pada tanggal 05 Oktober 1989 di Bogor. LATIN merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berdedikasi untuk mempromosikan dan mendukung pengelolaan sumberdaya alam yang adil dan beradab bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sumberdaya alam khususnya hutan. LATIN menyebutnya sebagai Sosial Forestri atau yang kini banyak dikenal sebagai sistem pengelolaan hutan ‘Perhutanan Sosial.’ Kegiatan yang dilakukan oleh LATIN sedapat mungkin menggunakan pendekatan tersebut untuk mencapai tujuan akhir yaitu menjunjung tinggi semangat keadilan dan demokrasi.

- Mewujudkan kemandirian pada masyarakat yang hidup di sekitar hutan dan tergantung pada hutan sebagai sumber kehidupan
- Mendukung kemitraan antar pemangku kepentingan dan pemberian akses kepada masyarakat
- Meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengembangkan kemandirian dalam pengelolaan hutan


LATIN menamai Sosial Forestri 2045 itu “WAKANDA” atau “Wana Kanaya Sembada” yang memiliki arti hutan yang kaya dan rakyat yang makmur, mandiri, dan tangguh.
Hingga tahun 2045 ada 100 juta warga miskin dan marjinal yang akan dientaskan. Lalu ada 60-80 juta orang terlibat dalam kegiatan Sosial Forestri dan berkembang 12-20 juta hutan baru dalam bentuk agroekosistem komplek yang akan menajdi plasma nuftah dan sumber kebutuhan pokok masyarakat. Kegiatan ekonomi Sosial Forestri akan bisa menyerap potensi 10 juta anak muda dan 30 juta perempuan petani dan wisausaha (LATIN, 2021).

