Waspadai Perampokan Kekayaan Genetik

Tanah untuk Penggarap Pengalaman Serikat Petani Pasundan Menggarap Lahan-lahan Perkebunan dan Kehutanan
November 26, 2018
Law of Attraction, sebuah kebetulan?
November 26, 2018

Penulis The Guardian Tim Tim Radford menulis dengan sinis: Kau memang bisa berbuat apapun dengan hidup ini. Kali ini kau mereguk uang dari menjual hidup itu. Kau bisa menyaring sebaris DNA (deoxyribonucleid acid) mu, menguraikaannya, membuatnya sebagai penemuan dan tidak nampak berasal dari bagian tubuhmu. Menyampaikan sebuah penggunaan, membayarnya dan mengklaim sebagai milikmu ketika tiba dan mendaftarnya ke kantor paten. Selamat. Anda telah bergabung dengan abad emas.

Itulah abad ketika kita bisa memasarkan apapun yang ada di sela-sela tubuh kita: mulai dari jamur yang bercokol di sela-sela gigi, kerak ludah yang terselip dalam kelenjar di langit-langit mulut, setetes darah, secuil bagian tulang belakang kita. Apapun. Di alam, para pemburu gen itu ke wilayah kelola rakyat, komunitas adat: datang, mengumpulkan pengetahuan stempat, mengambil materi-materi yang berpotensi untuk obat, kosmetik, pangan dan apa saja. Pulang, diolah, dikoleksi lalu dipatenkan. Dan keuntungan datang. Sering masuk tanpa mengetuk pintu dan pulang Cuma melenggang.

Perusahaan multinasional bersama agen-agennya saat ini telah mengeksplorasi berbagai pengetahuan lokal dan berbagai materi yang mungkin bernilai ekonomis di masa yang akan datang. Kita perlu mempersiapkan untuk bisa menjadi pemain dengan menyiapkan segala infrastruktur yang memadai. Ini agar kita tidak Cuma menjadi penonton atas kekayaan sumberdaya alam kita tanpa mendapatkan keuntungan dari pemanfaatannya.

Penulis : Dwi R Muhtaman, AE Munoraharjo, Erizal