Kunjungan kelompok studi SOSEK Forest Managemen Students Club (FMSC), MNH, IPB

Mengelola Bambu, Tata Kelola paling Sederhana
November 26, 2018
Prosiding Lokakarya SYMFOR
November 26, 2018

Sabtu, 27 Oktober 2018

Diskusi dengan LATIN membawa tema tentang Rasionalisasi Kawasan Hutan. Pembicara Budi Rahardjo, dan dipandu oleh Sitawati Ken Utami (Direktur LATIN).

Rasionalisasi Kawasan Hutan yang saat ini menjadi salah satu isu kehutanan yang menarik untuk dibahas. Rasionalisasi kawasan hutan dicanangkan oleh pihak diluar kehutanan atau biasa disebut forester, isu ini dimunculkan oleh BAPPENAS (Badan Pengelolaan Pembangunan Nasional) pada masa kepemimpinan Jokowi-JK yang berakibat pada munculnya pertanyaan-pertanyaan terhadap isu ini.

Rasionalisasi kawasan hutan yaitu pelepasan arel kawasan hutan milik negara menjadi milik rakyat. Indonesia terdapat dua jenis kawasan hutan yaitu Areal Penggunaan Lain (APL) dan Kawasan hutan yang dibagi 60% untuk Kawasan hutan dan 40% untuk APL. Namun, karena terjadinya rasionalisasi maka kawasan hutan akan dikurangi sebesar 20% untuk dijadikan sebagai APL.

 

Kekhawatiran yang muncul dari isu rasionalisasi kawasan hutan yaitu muculnya forest amnesty, hal yang penyebabkan munculnya rasionalisasi kawasan hutan, dan eksekusi di lapangan akan seperti apa, sehingga mempengaruhi terhadap seberapa efektif dan efisienkah rasionalisasi kawasan hutan untuk mensejahterkan masyarakat. Rasionalisasi kawasan hutan diharapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pemberian modal dalam pengelolaan dan juga harus dikuti dengan akses lain seperti pengembangan dan penggunaan teknologi, perbankan dan lain sebagainya.

 

Harapan dari rasionalisasi hutan administrasi jelas, pemanfaatan maksimal.Isu ini harus tetap digali dengan mendapatkan beberapa sudut pandang dari beberapa pihak, sehingga mahasiswa dapat menentukan posisi apakah setuju, tidak setuju, atau memilih untuk netral dengan alasan yang jelas.