Bincang Kopi

Prinsip, kriteria, indikator hutan kemasyarakatan
November 23, 2018
Mengelola Bambu, Tata Kelola paling Sederhana
November 26, 2018

Seolah ingin mengembalikan kejayaan kopi ( Java Coffee ) yang terkenal pada masa kolonial. Para penggiat kopi  nusantara terus  “ membangunkan” para petani kopi di seluruh wilayah nusantara untuk kembali menghasilkan kopi dengan kualitas yang maksimal hingga layak mendapat cita rasa terbaik di hati para penikmatnya. Jika menyimak sejarah panjang kejayaan Kopi Nusantara, maka sangat layak kopi dijadikan komoditi andalan. Berikut gambaran kejayaan kopi yang ditulis dalam oleh Prawoto Indarto dalam bukunya “Road to Java Coffee”

Dan Kopi pun adalah tanaman yang dapat menyelamatkan dampak perubahan iklim. Karena untuk menghasilkan kopi yang berkualitas, maka tanaman kopi harus mempunyai naungan teduh. Naungan tersebut adalah pohon berkayu.

         

 

 Salah satu contoh yang menarik untuk diangkat adalah kopi Malabar yang perkebunannya terletak di pengalengan Bandung, Jawa Barat. Kopi yang diberi label Malabar Mountain Coffee (MM Coffee) termasuk salah satu jenis kopi Arabika yang ditanam di ketinggian sekitar 1.400 mdpl. Lahan yang digunakan untuk mengembangkan perkebunan kopi  merupakan hutan lindung dalam wilayah kelola Perhutani. Dalam membudidayakan kopi, Bapak Slamet Prayoga selaku pemilik perkebunan memanfaatkan hutan lindung yang pada saat dimulai penanaman kopi tetap melestarikan pohon pohon pinus dan tanaman mpts seperti nangka, manga, rambutan dan lain lain. Dengan adanya naungan, tanaman kopi akan berkurang intensitas cahaya yang akan berpengaruh pada kualitas kopi yang dihasilkan. Kualitas kopi sangat dijaga dengan hanya melakukan petik merah dan proses yang produksi yang mengedepankan perawatan tanaman.

Contoh lain yang juga menarik adalah kopi jenis Robusta yang dibudidayakan oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Batutegi, kabupaten Tanggamus Lampung. Budidaya kopi ini dilakukan oleh gabungan kelompok tani (gapoktan) Mandiri Lestari yang menanam kopi di kawasan hutan lindung. Jenis robusta memang lebih banyak dibudidaya di Lampung karena dapat ditanam di ketinggian sekitar 500 mdpl saja. Produksi kopi sangat melimpah diantara pohon pohon mpts seperti jengkol, durian, dll. Dalam pengelolaan kopi, gapoktan bahkan sudah membentuk Koperasi sebagai media untuk membantu pemasaran baik local maupun eksportir dari luar (Belanda). Sebagai bagian dari binaan KPH Batutegi, para petani diharapkan tetap menjaga kelestarian hutan dan memperlual areal tutupan.