Gampong dan Mukim di Aceh Menuju Rekonstruksi Pasca Tsunami

Etnobotani Prinsip dan Metode Praktis
November 16, 2018
Inovasi Penyelesaian Sengketa Pengelolaan Sumber Daya Hutan
November 16, 2018

Kampung dalam presepsi kita khususnya kebanyakan orang jawa atau yang bermukim di sekitar pemerintahan pusat (pulau Jawa) mungkin tidak jauh beda dengan sebuah dusun yang dipimpin oleh seorang Kadus (Kepala dusun) yang tugasnya hanya mengedarkan tagihan pajak tanah, tempat meminta bantuan untuk membuat KTP, atau mengedarkan berbagai undangan dan permintaan sumbangan untuk mendukung kepentingan pemerintahan desa. Namun setelah membaca buku ini pandangan demikian terhadap konsep Gampong dan mukim di Aceh akan runtuh, karena konsep Gampong yang telah lama dipraktikkan di wilayah “Serambi Mekkah” ternyata merupakan manifestasi dari praktik demokrasi berjalannya pemerintahan adat dan kedaulatan komunitas di tingkat lokal atas sumberdayanya.Bagaimana kondisinya saat ini, sistem pemerintah adat yang di tingkat gampong, telah dipraktikkan ratusan tahun ini dan bagaimana seharusnya digunakan untuk menata kembali kelembagaan di tingkat gampong di Aceh.    Buku ini coba memberikan bahasan yang cukup detail berkaitan dengan masa depan Gampong dan mukim di Aceh.

Penulis : Sanusi M. Syarif