Thursday, 11 Mar 2010
 
 

Login Form



Latiners OnLine

Chat with Bung LatinBung Latin
Chat with mazHendro-mazLatin-
Ngobrol bareng Admin Latin on YM (Yahoo Messenger)

Who's Online

We have 17 guests online

Radio OnLine

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini464
mod_vvisit_counterKemarin517
mod_vvisit_counterMinggu ini2445
mod_vvisit_counterMinggu lalu3476
mod_vvisit_counterBulan ini5494
mod_vvisit_counterBulan lalu12709
mod_vvisit_counterTotal74292

Online (20 minutes ago): 17
Your IP: 38.107.191.119
,
Now is: 2010-03-11 20:37
..........Sejak 20 Juli 2009...........
Name :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
Proyek 2 > Program Kemitraan Ekonomi Mandiri Budidaya Buah Naga di Gunung Kidul PDF Print E-mail
Written by admin2   
Wednesday, 08 July 2009 10:51

Program kemakmuran masyarakat sudah lama digembar-gemborkan oleh para Petinggi dan sejumlah Tokoh negeri ini. Dari semua itu, tidak banyak yang dilaksanakan secara terencana dan konsisten, sehingga konsep mulia tersebut jarang benar-benar berhasil terwujudkan. Program yang berorientasi pada peningkatan taraf hidup, peningkatan kesejahteraan, perbaikan kualitas dan ekonomi masyarakat, tentu tidak boleh mandeg di tengah jalan (apalagi bosan) jika ingin bangsa ini benar-benar makmur sejahtera. Untuk itu perlu kejelian dan kreatifitas dalam melihat potensi sumber daya yang ada di lapangan, untuk menelorkan program yang tepat guna bagi masyarakat. Perlu keahlian bagi kreator program dalam meramu beberapa elemen untuk menjadi formula yang pas dan mengena pada sasarannya.

 

Berangkat dari sinilah, Saya mencoba menelorkan kembali program ini untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat pedesaan. Saya melihat potensi besar ini belum dikelola dengan serius dan merata - bahkan bisa dikatakan dibeberapa tempat terjadi stagnasi karena kurangnya kreator-kreator yang visioner - dan program yang tidak berkesinambungan. Maka muncullah konsep pelatihan dan Program Kemitraan Ekonomi Mandiri Budidaya Buah Naga bagi masyarakat Gunung Kidul.

 

Mengapa memilih Buah Naga sebagai program kemitraan ini? Ada beberapa alasan yang mendasari, diantaranya:

  1. Relatif lebih mudah dalam pemeliharaannya (masyarakat umum hampir pasti bisa).
  2. Merupakan tanaman yang tahan lama / tidak mudah mati.
  3. Menanam buah ini tidak mengganggu mata pencaharian utama masyarakat pedesaan. Dalam masa awal sebelum berproduksi / menghasilkan bisa dijadikan “samben” dahulu.
  4. Tidak memerlukan biaya tinggi.
  5. Memiliki nilai manfaat / khasiat yang tinggi.
  6. Memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi (kualitas ekspor).

Buah naga merupakan tanaman komoditi langka dengan prospek pasar yang masih menjanjikan, baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor. Karena termasuk jenis tumbuhan Kaktus, buah ini perlu kondisi lahan yang cukup panas dan kering, sehingga cocok dikembangkan di Gunung Kidul. Buah ini tidak membutuhkan pupuk kimia terlalu banyak dalam pemeliharaan (bahkan akan lebih bagus kulitasnya jika menggunakan pupuk organik), sehingga menjadi solusi bagi masyarakat dalam kondisi mahalnya harga pupuk pabrikan saat ini.

 

Sekitar 52.000 orang lebih,dari tujuh desa dan beberapa kelompok tani di Gunung Kidul telah mengikuti pelatihan dan Program Kemitraan Ekonomi Mandiri Budidaya Buah Naga ini. Seminggu dua kali, para petani bergiliran mengikuti pelatihan gratis di Agrowisata Kebun Buah Naga Gadingan, di Jalan Kaliurang km.10, Sleman. Diharapkan pada musim panen satu tahun mendatang, masyarakat sudah mulai merasakan manfaat ekonominya. Karena usia tanaman yang cukup lama, bisa dikatakan tanaman ini juga menjadi tanaman investasi ( tabungan). Sekali tanam, untuk sekian lama produksi.

 

Last Updated on Thursday, 11 February 2010 13:45