Lembaga Alam Tropika Indonesia

Latiners OnLine

Chat with Bung LatinBung Latin
Chat with mazHendro-mazLatin-
Ngobrol bareng Admin Latin on YM (Yahoo Messenger)

Who's Online

We have 15 guests and 1 member online

Radio OnLine

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini362
mod_vvisit_counterKemarin398
mod_vvisit_counterMinggu ini2379
mod_vvisit_counterMinggu lalu2991
mod_vvisit_counterBulan ini4013
mod_vvisit_counterBulan lalu12609
mod_vvisit_counterTotal144730

Online (20 minutes ago): 11
Your IP: 38.107.191.93
,
Now is: 2010-09-10 23:33
..........Sejak 20 Juli 2009...........
Lembaga Alam Tropika Indonesia :"Mewujudkan Kesejahteraan & Kemandirian Masyarakat melalui Pengelolaan Sumberdaya Alam yang Adil dan Lestari  dengan Pendekatan Kolaboratif"

Desa Citepus

E-mail Print PDF
Laporan Kegiatan Orientasi Desa
Program CEP JICA
Di Desa Citepus Kecamatan Palabuhanratu
Oleh : Ahmad Suwarno
 

A.  Pengantar

Mengawali proses pelaksanaan program CEP JICA yang dilaksanakan LATIN di desa Citepus, fasilitator desa ini melakukan kegiatan orientasi desa secara lebih mendalam.  Kegiatan orientasi desa ini merupakan tindaklanjut dari terpilihnya desa ini sebagai salah satu desa yang disetujui sebagai lokasi pelaksanaan program CEP JICA.

Meskipun terpilihnya desa ini telah diawali dengan asessement sebelumnya, namun informasinya masih bersifat umum sehingga informasi yang ada masih belum maksimal untuk menjadi bahan dalam menjalankan kegiatan.  Informasi yang diperoleh saat kegiatan asessement hanya informasi dasar dalam penyusunan program untuk kepentingan memperoleh dukungan program CEP JICA.

Agar program CEP JICA ini mencapai tujuan dan output seperti yang diinginkan maka proses pelaksanaan program ini diawali dengan melakukan kajian wilayah dan kependudukan yang ada.  Harapannya hasil kajian desa ini mampu menjadi bahan pertimbangan untuk mengembangkan kegiatan sesuai dengan rencana yang disusun.

B.   Tujuan

Kegiatan orientasi desa ini bertujuan untuk mengetahui gambaran lebih mendalam mengenai situasi, kondisi dan informasi yang ada di desa, baik yang berhubungan dengan kewilayahan maupun kependudukan.

C.   Output

Beberapa output yang ingin diperoleh dalam kegiatan orientasi desa ini adalah berupa informasi dan data mengenai :

a.      Peta kewilayahan
b.      Potesi sumberdaya alam
c.      Pola pengelolaan sumberdaya alam
d.      Peta sebaran penduduk
e.      Komposisi dan klasifikasi kependudukan
f.       Pembagian peran dan sistem sosial masyarakat
g.      Aktifitas sosial, budaya dan politik masyarakat
 

D.  Proses Pelaksanaan Dan Hasil Yang Diperoleh

Kegiatan orientasi desa dalam rangka pelaksanaan program CEP JICA di desa Citepus dilaksanakan melalui tahapan proses sebagai berikut :

a. Kunjungan Ke Pemerintah Desa

Kunjungan dan pertemuan dengan pemerintah desa Citepus dilakukan di ruang kepala desa di balai desa Citepus.  Pertemuan ini diikuti oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Dusun Kiara Lawang dan pendamping program CEP JICA dari LATIN.   

Hal yang disampaikan dalam kunjungan dan pertemuan ini, pertama; menyampaikan surat pengantar dan pemberitahuan mengenai rencana pelaksanaan program JICA di desa Citepus.  Kedua; memperkenalkan dan menjelaskan keberadaan LATIN dan isu kegiatan yang dijalankan. Ketiga; menjelaskan mengenai program CEP JICA.  Diharapkan dengan penyampaian ketiga maksud diatas ada pemahaman pada pemerintah desa tentang keberadaan LATIN dengan program CEP JICA yang akan dilaksanakan. 

Secara umum pihak pemerintah desa melalui Kepala Desa Citepus Bapak Parluhutan, menyambut baik adanya rencana program ini.  Menurut kepala desa, di desa Citepus memang terdapat masyarakat yang melakukan kegiatan di kawasan hutan.  Terutama masyarakat yang tinggal di kampung Cigangsa dan kampung Kiara Lawang yang ada di kadusunan Kiara Lawang, melakukan aktifitasnya pada kawasan hutan Perum Perhutani.  Selain itu, juga masyarakat yang tinggal di kampung Citepus Hilir juga memanfaatkan kawasan hutan untuk kegiatan ekonominya. Namun untuk masyarakat yang di kampung Citepus Hilir ini, mereka memanfaatkan kawasan hutan Cagar Alam Sukawayana.

Adanya aktifitas masyarakat di kawasan hutan tersebut, menurut kepala desa disebabkan karena keterbatasan lahan yang dimiliki masyarakat.  Keterbatasan pengetahuan dan pemahaman masyarakat akan fungsi dan manfaat hutan juga menjadi penyebab masyarakat beraktifitas di kawasan hutan.  Oleh karena itu, dengan adanya rencana pendampingan dan pemberdayaan masyarakat melalui program CEP JICA yang dilaksanakan LATIN diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk memanfaatkan kawasan hutan dengan baik.  Sehingga fungsi hutan tetap dapat dipertahankan.  Bahkan kalau memungkinkan, masyarakat masih memperoleh manfaat dari mengelola hutan tersebut. 

Selanjutnya, kepala desa mengharapkan pendamping LATIN  untuk selalu berkoordinasi dengan jajaran pemerintah desa yang ada di bawahnya, yakni kepala dusun, ketua RW dan ketua RT di daerah yang akan menjadi fokus kegiatan.  Selain itu juga, kepala desa juga mengharapkan kepala dusun Kiara Lawang, yang kebenaran mengikuti pertemuan tersebut, untuk membantu menyesuaikan kondisi dan proses pelaksanaan di lapang, terutama menyampaikan ke pihak ketua RW dan RT yang ada di Kiara Lawang.

b. Kunjungan Ke Kepala Dusun

Kepala dusun yang dikunjungi merupakan kepala dusun yang wilayahnya dipilih menjadi fokus lokasi pelaksanaan kegiatan CEP JICA, yakni Dusun Kiara Lawang.  Dusun ini merupakan salah satu diantara tiga dusun yang ada di desa Citepus (Citepus Girang, Citepus Hilir dan Kiara Lawang).  Selain itu, di dusun ini masyarakatnya yang paling banyak melakukan kegiatan di dalam kawasan hutan Perum Perhutani.

Pertemuan dengan kepala dusun Kiara Lawang dilakukan dirumahnya, di kampung Kiara Lawang.  Ketika bertemu dengan kepala dusun yang bernama Usur Suryana ini, disampaikan mengenai maksud dan tujuan kunjungan ini, yakni adanya rencana pelaksanaan kegiatan program CEP JICA yang kaan dilaksanakan LATIN.  Program yang bertujuan untuk mengembangkan pola pengelolaan hutan berdimensi gender ini,  disambut baik oleh kepala dusun dan istrinya yang kebetulan sebagai ketua kelompok kerja (pokja III) PKK desa Citepus. 

Berdasarkan informasi yang disampaikan, di kadusunan Kiara Lawang ini hanya RW 22 kampung Cigangsa yang masyarakatnya banyak yang melakukan aktifitas di dalam kawasan hutan Perum Perhutani.  Sementara di kampung Kiara Lawang, tidak terlalu banyak.  Sehingga kepala dusun mengharapkan agar program CEP JICA ini diarahkan ke RW 22 kampung Cigangsa.  Di kampung ini terdapat 2 RT, yakni RT 01 dan RT 02. Untuk mengetahui siapa saja masyarakat yang melakukan kegiatan di kawasan hutan harus koordinasi dengan pihak RT.  Sebab menurut kepala dusun, pihak RT-lah yang paling mengetahui warganya.  Oleh karena itu sebaiknya pendamping dari LATIN langsung berkoordinasi dengan ketua RT yang ada di kampung Cigangsa. 

c. Kunjungan Ke Kampung Cigangsa

c.1.  Pertemuan dengan ketua RW, ketua RT dan tokoh-tokoh masyarakat

Sesuai informasi dan anjuran yang disampaikan kepala desa dan kepala dusun, maka kampung Cigangsa dipilih sebagai fokus lokasi pelaksanaan kegiatan program CEP JICA.  Kunjungan ke kampung Cigangsa, antara lain melakukan pertemuan dengan ketua RW, ketua RT dan tokoh-tokoh masyarakat serta petani anggota KTH.

Berdasarkan diskusi-diskusi yang dilakukan dengan pihak-pihak yang ada di kampung Cigangsa tersebut, diperoleh informasi sebagai berikut :

Ø      Secara administratif, kampung Cigangsa berbatasan langsung dengan kawasan hutan Perum Perhutani

Ø      Masyarakat di kampung ini memiliki aktifitas garapan lahan di kawasan hutan

Ø      Kegiatan sosial dan pertanian masyarakat kampung Cigangsa memiliki  ketergantungan dengan sumber air yang terdapat pada kawasan hutan.

Ø      Kawasan hutan yang ada di sekitar kampung Cigangsa merupakan kawasan water cathment untuk wilayah kota Palabuhanratu.

Ø      Dikampung Cigangsa terdapat 3 kelompok tani hutan, yang dibangun melalui program pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, Dinas Kehutanan Kabupaten Sukabumi pada tahun 2006.

Ø      Keberadaan 3 kelompok tani hutan, mengindikasikan keterlibatan kaum perempuan – para istri anggota KTH – dalam proses-proses pengelolaan hutan.  Namun keterlibatan kaum perempuan ini masih dianggap sebagai “pembantu” bagi pihak laki-laki. 

Ø      Peran sebagai “pembantu” yang di berikan kepada kaum perempuan secara psikologis tidak memberikan penghormatan bagi kaum perempuan dalam proses-proses pengelolaan hutan.  Sehingga perlu adanya pemahaman keterlibatan perepuan dalam pengelolaan hutan.

Ø      Secara organisatoris, kaum perempuan yang terlibat dalam pengelolaan hutan tersebut masih belum terorganisir secara spesifik.  Organisasi dan kelembagaan yang melibatkan perempuan yang ada di kampung ini hanya kelembagan keagamaan seperti kelompok pengajian.

c.2.  Orientasi wilayah dan Kependudukan

i.      Kondisi Umum

Secara adiminstratif Desa Citepus termasuk salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi Propinsi Jawa Barat.  Desa ini terbagi menjadi tiga (3) wilayah kedusunan yaitu Dusun Citepus Hilir, Dusun Citepus Girang dan Dusun Kiaralawang. Dan Kedusunan  Kiara Lawang terbagi menjadi beberapa kampung, yakni Kp. Kiara lawang, Kp. Cigangsa, Kp. Cijambe dan Kp. Gunung Sumping.

Desa Citepus berjarak 3 Km ke Ibu Kota Kecamatan di Palabuhanratu, dan jarak ke Ibu Kota Kabupaten Sukabumi 3 km juga di Palabuhanratu.  Jarak tersebut dapat ditempuh dengan kendaraan umum – angkot – dan ojeg dalam waktu 10 Menit.   Jalan utama di desa ini merupakan jalur lintas selatan menuju propinsi Banten dengan kondisi jalan kelas I.  jalan-jalan menuju kadusunan sudah beraspal. Namun jalan kampung dan jalan gang di kampung masih jalan batu dan sebagian sudah di semen. 

Desa yang memiliki luas 1.484,300 hektar ini, terbagi menjadi wilayah pengelolaan tanah sawah seluas 121.702 ha, ladang 606.270 ha, permukiman 57.410 ha, perkebunan negara 221.622 ha, perkebunan swasta 38.661 ha, fasilitas umum  25.874 ha, dan kawasan hutan negara seluas 290 ha. Batas-batas wilayah desa ini adalah sebagai berikut :

-  Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Palabuhanratu
-  Sebelah Utara Berbatasan dengan Desa Buniwangi dan Desa Cibodas
-  Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Cikakak
-  Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia.

Dengan jumlah penduduk  sebanyak 10.165 jiwa yang berada di 2.476 kepala keluarga ini terdiri atas 5.071 orang laki-laki dan 5.094 orang perempuan.  Dengan jumlah penduduk sebagaimana disebut diatas, desa ini dilengkapi dengan sarana Pendidikan dari Tk Dasar sampai dengan tingkat Atas, Pos Yandu disetiap RW, pasar terdekat adalah pasar Palabuhanratu dan menggunakan penerangan listrik PLN yang sudah tersebar merata hingga ke kampung-kampung.

Layanan administrasi kependudukan di desa ini difasilitasi oleh adanya lembaga Pemerintahan Desa.  Sementara kelembagaan lain yang juga memegang peranan penting dalam memberikan layanan kepada masyarakatnya, di desa Citepus juga terdapat PKK, Karang Taruna, Kelompok Tani dan Koperasi.

  ii. Potensi dan Pola Pengelolaan Sumberdaya Alam

Berdasarkan data monografi desa tahun 2006, desa Citepus memiliki potensi pertanian, perkebunan, perikanan, pantai dan pertambangan yang cukup.  Lahan pertanian dan perkebunan di desa ini menghasilkan padi sawah, singkong, pisang, mangga, jambu, jagung, kelapa, cengkeh, durian, karet, petai dan sayur-sayuran.  Sementara untuk potensi tambang banyak didominasi bahan tambang galian C terutama batu belah.

Sebagaimana juga diuraikan di muka bahwa desa Citepus memiliki kawasan hutan negara seluas 290 hektar yang dikelola Perum Perhutani KPH Sukabumi dan hutan Cagar Alam Sukawayana yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA).

Khususnya kawasan hutan Perum Perhutani yang ada di wilayah kampung Kiara Lawang dan kampung Cigangsa, sejak bergulirnya reformasi dirambah dan digarap oleh masyarakat yang ada di dua kampung tersebut.  Meskipun tidak semua masyarakat di dua kampung tersebut menggarap lahan hutan, namun kegiatan masyarakat tersebut perlu dibimbing kearah pola pengelolaan yang tidak merugikan lingkungan.  Mengingat kawasan hutan di daerah ini merupakan kawasan water chathment bagi wilayah kota Palabuhanratu. 

Di desa Citepus  juga terdapat kawasan yang diperuntukkan sebagai hutan kota yang terletak di Kp Gunung Sumping dan Kp Tenjoresmi.  Masyarakat di kampung-kampung ini juga melakukan kegiatan pertanian dan berkebun pada kawasan yang saat ini sedang dibangun sebagai hutan kota ini.

Lahan-lahan sawah yang ada di desa Citepus merupakan lahan sawah produktif dengan tanaman padi sebagai komoditas utama. Meskipun hanya mengandalkan sistem pengairan semi tehnis yang memanfaatkan aliran sungai Citepus, lahan sawah di desa ini bisa di tanami 3 kali musim padi pertahun.

Di kampung-kampung yang ada di desa Citepus selain untuk persawahan, masyarakat banyak memanfaatkan lahan-lahan berair (becekan) sebagai kolam budidaya ikan air tawar.  Jenis ikan yang banyak dibudidayakan antara lain mujair/nila, ikan mas, lele dan jenis ikan tawar lainnya.

Sementara untuk lahan kering yang sebagian besar disebabkan karena topografi wilayah yang berbukit, sebagian besar merupakan kawasan perladangan dan kebun talun yang banyak dijadikan lahan budidaya tanaman perkebunan dan hortikultura, seperti cengkeh, karet, durian, pete, mangga dan berbagai jenis buah lainnya. 

Kawasan pantai yang membentang sepanjang batas bagian selatan desa Citepus banyak dimanfaatkan sebagai kawasan wisata pantai.  Pada wilayah ini banyak kegiatan usaha yang berkaitan dengan kepariwisataan.  Hotel, penginapan, rumah makan dan arena permainan pantai merupakan usaha yang banyak dikembangkan di daerah ini.

iii. Kependudukan

Berdasarka data monografi desa Citepus tahun 2006, desa ini dihuni penduduk  sejumlah 10.165 jiwa yang tergabung dalam 2.476 kepala keluarga (KK) dan terdiri atas 5.071 orang laki-laki dan 5.094 orang perempuan.

Jumlah penduduk berdasarkan Mata Pencaharian

  Mata Pencaharian   Jumlah

Petani

Buruh Tani

swasta

Dagang

PNS

TNI/POLRI

Penjahit

Tukang Kayu

Tukang Batu

Nelayan

1.242 orang

163 orang

228 orang

348 orang

86 orang

7 orang

27 orang

132 orang

465 orang

178 orang

 

 i.            Pembagian peran dan sistem sosial masyarakat


ii.            Aktifitas dan Kelembagaan sosial masyarakat

 
 1
  JATI MAKMUR
Kp. Cijambe Rt 01/Rw 22 Dusun 3
Desa Citepus
Ketua : Bpk Ajid
Sekertaris: Bpk Suparlin
Bendahara: Bpk Olim
Jumlah anggota : 52 Orang
  14 JULI 2006
 2
  HARAPAN TANI
Kp. Sumur Bandung
Rt 01/ Rw 19,
Desa Citepus
Ketua: Bpk Bibin
Sekertaris: Bpk Nanu
Bendahara: Bpk Andi
Jumlah anggota32 Orang :
  21 JULI 2006
 3
  TANI SEJAHTERA
Kp Gunung Sumping
Rt 01/ Rw 16,
Desa Citepus
Ketua : Bpk Maman
Sekertaris: Bpk Parman
Bendahara: Bpk Nanang
Jumalah anggota: 35 Orang
  28 JULI 2006
 
A.        Rencana Tindaklanjut

Setelah beberapa hari melakukan kegiatan orientasi desa khususnya kampung Cigangsa telah diperoleh beberapa informasi dan data mengenai potret kondisi dan situasi kampung Cigangsa. 

Hasil kegiatan orientasi yang dilakukan melalui serangkaian proses kajian dengan memanfaatkan metode PRA ini diharapkan akan menjadi bahan diskusi masyarakat untuk mensikapi dan membuat rencana tindaklanjut.  Namun sebelum hal itu berlanjut, diperlukan diskusi hasil-hasil kajian ini.

1.     Melakukan klarifikasi informasi dan data hasil orientasi kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait.

2.    Mensosialisasikan hasil kagiatan orientasi kepada masyarakat dan pihak terkait untuk memperoleh tanggapan dan masukan.

3.    Membuat rencana tindaklanjut yang akan dilakukan berdasarkan informasi dan data hasil kegiatan orientasi desa.

 

Last Updated ( Saturday, 27 March 2010 10:00 )
 
Name :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
You are here: Home Desa Citepus