Thursday, 11 Mar 2010
 
 

Login Form



Latiners OnLine

Chat with Bung LatinBung Latin
Chat with mazHendro-mazLatin-
Ngobrol bareng Admin Latin on YM (Yahoo Messenger)

Who's Online

We have 21 guests online

Radio OnLine

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini220
mod_vvisit_counterKemarin517
mod_vvisit_counterMinggu ini2201
mod_vvisit_counterMinggu lalu3476
mod_vvisit_counterBulan ini5250
mod_vvisit_counterBulan lalu12709
mod_vvisit_counterTotal74048

Online (20 minutes ago): 13
Your IP: 38.107.191.116
,
Now is: 2010-03-11 12:22
..........Sejak 20 Juli 2009...........
Name :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
LATIN terlibat dalam Demonstration Activities Reducing Emissions from Deforestation and forest Degradation (DA-REDD) Di Indonesia PDF Print E-mail
Written by bung Latin   
Thursday, 07 January 2010 19:02

Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) merupakan salah lembaga yang ikut berpartisipasi dalam Demonstration Activities Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (DA-REDD) di Indonesia. LATIN bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan (Puslitbanghut) Departemen Kehutanan dengan mendapat  dukungan dari International Tropical Timber Organization (ITTO)  melakukan aktivitas konservasi hutan tropis untuk pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan, serta peningkatan stok karbon. Aktivitas ini akan berlangsung di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur,  pada tahun 2009 sampai dengan 2012.

Adapun  tujuan dari aktivitas tersebut adalah untuk melakukan pengurangan emisi dan mempertahankan stock carbon yang ada serta meningkatkan kapasitas serapan carbon, juga untuk menciptakan kondisi pemungkin dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di dalam maupun  sekitar Taman Nasional Meru Betiri  melalui pelibatan masyarakat dan instansi terkait dalam aktivitas ini.  Enam keluaran yang diharapkan adalah sebagai berikut :

 

-         Peningkatan kapasitas inventarisasi sumberdaya dan penghitungan karbon agar dapat diukur, dilaporkan dan diverifikasi sesuai standar internasional

-         Baseline data dan perkiraan penurunan emisi serta peningkatan stok karbon

-         Pembangunan sistem pemantauan, pelaporan dan verifikasi (MRV) penurunan emisi dan peningkatan stok karbon

-         Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan konservasi,

-      Pengembangan alternatif sumber pendapatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di dalam dan disekitar Taman Nasional Meru Betiri

 -         Pengurangan penebangan liar dan perambahan di Taman Nasional Meru Betiri.

 

Aktivitas tersebut  menjadi salah satu kegiatan yang dijadikan DA REDD (Demonstration Activities Reducing Emissions from Deforestation and forest Degradation).  Launching DA REDD berlangsung di Departemen Kehutatan, Gedung Manggala Wana Bhakti, Jakarta pada tanggal 6 Januari 2010 oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Bapak Zukifli Hasan.

Secara konseptual, peran hutan dalam mitigasi perubahan iklim sangatlah sederhana yaitu melalui pengurangan emisi dan peningkatan kapasitas serapan Gas Rumah Kaca (GRK). Namun untuk operasionalisasinya, memerlukan penguasaan dari aspek metodologi sampai kepada aspek-aspek sosial, ekonomi dan kebijakan nasional. Untuk itulah telah ada konsensus antar negara dalam sidang COP tentang perlunya REDD-plus dilaksanakan secara bertahap dimulai dengan readiness sampai pada akhirnya memasuki fase implementasi penuh.

Dalam rangka meningkatkan kesiapan untuk implementasi penuh pasca 2012. Indoensai telah menyusun strategi REDD untuk Fase Readiness 2009 - 2012. Strategi ini dimaksudkan utnuk memberikan guidance tentang intervensi kebijakan yang diperlukan dalam upaya menangani penyebab mendasar deforestasi dan degradasi hutan, dan infrastruktur yang perlu disiapkan dalam implementasi REDD atau REDD-plus termasuk kegiatan yang didanani dari sumber luar negeri.

Strategi Readiness REDD-Indonesia dan perkembangan  implementasinya, termasuk pembangunan Demonstration Activities, dengan harapan dapat berkontribusi bagi peningkatan pengetahuan, pemahaman dan komitmen bersama dari deforestasi dan degradasi hutan di Indonesia.  Pembangunan DA REDD merupakan salah satu bentuk pelaksanaan amanah Keputusan COP-13 di Bali tentang REDD. Sesuai Keputusan COP-13 negara berkembang dan negara maju didorong untuk bekerjasama dalam upaya pengurangan emisi dan degradasi hutan di negara berkembang, termasuk didalamnya dukungan finansial, pengembangan kapasitas dan transfer teknologi dari negara maju.  Disamping itu, DA-REDD juga sebagai sarana pembelajaran (learning by doing) dan membangun komitmen serta sinergi antar pihak terkait. Oleh karenanya pembangunan DA-REDD merupakan komponen penting dari Strategi  Readiness REDD Indonesia, dimana berbagai kegiatan terkait dengan letodologi, kebijakan, pelibatan stakeholders dan lain lain di implementasikan.

Pada kesempatan  itu pula  Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan mengatakan bahwa sektor kehutanan akan menjadi penyerap emisi murni (net sinker) dengan kemampuan menyerap karbon 0,89 giga ton Co2e (emisi karbon) pada 2020. Kemampuan menyerap karbon sebesar itu bisa memberikan sumbangan dalam upaya mengurangi emisi sebesar 14 persen dari total 26 persen pada 2020,  jika kegiatan kehutanan dilakukan dengan praktik "business as usual" (bisnis seperti biasanya) emisi sektor kehutanan pada 2020 mencapai 1,24 giga ton dan serapan karbon 0,71 giga ton.

"Namun dengan program renstra 2010-2020, di antaranya penanaman 500 ribu hektar/tahun, kehutanan berpotensi menjadi sektor yang mampu menyerap karbon hingga 1,31 giga ton, persoalannya untuk mencapai renstra itu di butuhkan dana Rp. 18,6 triliun per tahun. Dana itu merupakan kebutuhan total sektor kehutanan, sementara untuk rehabilitasi dan penanaman butuh setidaknya Rp. 4 triliun. Saat ini, anggaran kita tak cukup. Karena itu, kita akan perjuangkan untuk mendapat APBN-P setidaknya Rp. 2,5 triliun, " demikian disampaikan oleh Menteri Kehutanan.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Pengembangan Kehutanan, Departemen Kehutanan, Tachir Fathoni, mengatakan rencana penanaman 1 miliar pohon tahun 2010 akan dimasukkan dalam skema pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi dari hutan-hutan di Indonesia (Reducing Emmission Deforestation and Degradation/REDD Plus) yang disiapkan menggantikan program clean development mechanism (CDM)/mekanisme pembangunan bersih) pada 2012. Menurutnya, pemerintah RI pasca pertemuan COP 15 di Copenhagen, Denmark, terus menggodok pematangan mekanisme REDD Plus hingga menyiapkan demonstration project  (proyek demonstrasi) di daerah. "Penanaman sekurang-kurangnya 1 miliar pohon ini menjadi salah satu pendukung utama tertanamnya pohon sebagai kegiatan kehutanan yang mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) dan masuk dalam skema REDD plus ini," ujar Tachrir.

Sedangkan aktivitas lain yang diluncurkan (launching) secara bersamaan dan menjadi  DA REDD pula, adalah kerjasama Pemerintah Indonesia-Australia di Kalimantan Tengah, kerjasama Pemerintah Indoensia-Jerman di Kalimantan Timur dan kerjasama Indonesia dengan The Nature Conservancy  (TNC) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

 

Last Updated on Friday, 08 January 2010 10:48