By A Web Design

Visitor Map

Visitors Counter

mod_vvisit_counterPengunjung hari ini47
mod_vvisit_counterTotal pengunjung413368

whosonline

Ada 6 tamu online
Konsorsium Pengelola Jasa Lingkungan Indonesia
Ditulis oleh Arif Aliadi   
Jumat, 03 Juli 2015 15:29

Apa itu Konsorsium Pengelola Jasa Lingkungan Indonesia?

Konsorsium Pengelola Jasa Lingkungan Indonesia adalah jaringan organisasi masyarakat sipil yang berinisiatif mendorong kerjasama multi pihak untuk membangun mekanisme imbal jasa lingkungan yang dihasilkan oleh komunitas pengelola hutan melalui upaya perlindungan hutan dari deforestasi dan degradasi hutan.

Apa itu PES (Payment for Environmental Services) atau Imbal Jasa Lingkungan?

PES atau imbal jasa lingkungan adalah perjanjian kerjasama antara pengusaha, masyarakat dan LSM pendamping masyarakat dalam menyediakan sumber-sumber pendanaan untuk mengelola sumberdaya hutan agar manfaat hutan dapat berkelanjutan.  Dana yang diperoleh dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan perlindungan hutan seperti patroli, rehabilitasi hutan, pengembangan kegiatan ekonomi alterative, dsb.

Apa program Konsorsium?

Program yang dikembangkan oleh Konsorsium adalah Program Penurunan Emisi

Karbondioksida Berbasis Masyarakat.  Program ini bertujuan untuk menggalang kerjasama berbagai pihak untuk melindungi hutan dari kerusakan hutan akibat deforestasi dan degradasi.

Semakin rusak hutan berarti semakin tinggi emisi yang dihasilkan yang selanjutnya akan menyebabkan ketidak seimbangan komposisi gas rumah kaca di atmosfir.  Pada gilirannya, hal ini akan berakibat pada terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim.  Sebaliknya, semakin luas hutan yang dijaga dari kerusakan maka semakin rendah emisi yang dihasilkan, dan pemanasan global dapat dicegah.

Gas karbondioksida adalah salah satu gas rumah kaca yang dapat diserap oleh hutan sehingga gas tsb. tidak terlepas (emisi) ke atmosfir.  Peran hutan untuk mencegah terjadinya emisi adalah salah satu bentuk dari jasa lingkungan.

Program ini memfasilitasi masyarakat pengelola hutan untuk mengintegrasikan rencana pengelolaan hutan yang mereka buat termasuk rencana melindungi hutan dengan strategi penurunan emisi karbondioksida.  Program ini juga membantu mereka untuk menghitung besaran emisi yang bisa diturunkan.

Siapa yang menjadi target penerima manfaat?

Fokus progam adalah komunitas pengelola Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Desa, Hutan Tanaman Rakyat (HTR), hutan rakyat dan hutan adat, karena mereka adalah pihak yang berperan penting dalam menjaga hutan dari kerusakan.

Apa itu Plan Vivo?

Plan Vivo Standard adalah proses sertifikasi untuk proyek-proyek terkait dengan jasa lingkungan antara lain REDD (Reducing Emission from Deforestation and forest Degradation).  Apabila suatu proyek sudah memperoleh sertifikat dari Plan Vivo, maka akan ada dana yang dihasilkan berdasarkan besaran penurunan emisi karbon yang terjadi.

Siapa saja anggota Konsorsium?

Konsorsium Pengelola Jasa Lingkungan dikoordinir oleh Arif Aliadi yang sehari-hari beraktivitas di LATIN (Lembaga Alam Tropika Indonesia) di Bogor.  Sejak berdiri pada bulan Mei 2014, Konsorsium terdiri atas (a) lembaga yang mengusulkan dan memfasilitasi komunitas di lapangan, (b) lembaga donor, (c) lembaga penyedia tenaga teknis, (d) serta pemerintah.

a)      Lembaga pengusul dan fasilitasi komunitas :  SSS Pundi Sumatera, KKI WARSI, Sulawesi Community Foundation (SCF), FFI (Fauna Flora International), LTA (Lembaga Tumbuh Alami), ICS (Indonesia Conservation Society), KELOPAK, WATALA, KAIL, FOKKER, TRANSFORM, Sampan, Perkumpulan Institute Manua Punjung, Teropong, SD Inpers

b)      Lembaga donor: Ford Foundation, Samdhana Institute, KEMITRAAN, ICCO, We Forest

c)       Lembaga penyedia tenaga teknis:  FFI (Fauna Flora International), KpSHK (Konsorsium Sistem Pendukung Hutan Kerakyatan), CFI (Community Forestry International), LATIN (Lembaga Alam Tropika Indonesia), Yayasan Perspektif Baru, Perkumpulan SKALA, WRI (World Resource Institute)

d)      Pemerintah:  Dr. Yetti Rusli (Senior Advisor to The Minister of Environment and Forestry Indonesia on Environment and Climate Change)

Dimana saja lokasi yang difasilitasi oleh Konsorsium?

Lokasi Program Penurunan Emisi Berbasis Masyarakat

No.

Nama dan Status Kawasan Hutan

Lokasi

Luas (ha)

Jumlah keluarga yang terlibat (KK)

Status

1

HD Durian Rambun

Kab. Merangin, Jambi

4.484 ha

85 KK

Validasi PDD di lapangan

2

HD Laman Satong

Kab. Ketapang, Kalimantan Barat

1.070 ha

290 KK

Validasi PDD di lapangan

3

HKm Aik Bual

Kab. Lombok Tengah, NTB

100 ha

134 KK

Validasi PDD di lapangan

4

HD Talang Tembago, Pematang Pauh dan Muara Madras

Kab. Merangin, Jambi

4.830 ha

1.293 KK

Penyelesaian PDD

5

HD Bujang Raba

Kab. Bungo, Jambi

7.792 ha

1.259 KK

Penyelesaian PDD

6

HKm Lompobatang, Anrang dan Bangkengbukit

Kab. Bulukumba, Sulawesi Selatan

2.265 ha

12 KTH

Penyelesaian PDD

7

HD Hinas Kanan

Kab. Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan

565 ha

59 KK

Perbaikan PIN setelah direview oleh Plan Vivo

8

HD Hilir (Kalawa, Mantaren, Buntoi and Gohong).

Kab. Pulang Pisau, Kalimantan Tengah

16.245 ha

 

Perbaikan PIN setelah direview oleh Plan Vivo

9

HKm Tebat Monok  dan Kelilik

Kab. Kepahiang, Bengkulu

210.5 ha

9 kelompok

Perbaikan PIN setelah direview oleh Plan Vivo

10

Kemitraan Pengelola TN Meru Betiri dan Masyarakat Desa Curahnongko

Zona Rehabilitasi TN Meru Betiri, Kabupaten Jember, Jawa Timur

410 ha

2.733 KK

Perbaikan PIN setelah direview oleh Plan Vivo

11

HKm Bukit Regis,

Kecamatan Sumberjaya dan Air Hitam, Kab. Lampung Barat, Lampung

466.67 ha

171 KK

Perbaikan PIN setelah direview oleh Plan Vivo

12

HUtan Adat Bukit Parambo

Kec. Sangir, Kab. Solok Selatan, Sumatera Barat

 

1.067 KK

Penulisan PIN

13

Hutan Adat Tigo Luhah Permenti yang Berenam

Desa Pungut Mudik Kec. Air Hangat Timur, Kab. Kerinci, Jambi

152 ha

275 KK

Penulisan PIN

14

Hutan Adat Tigo Luhah Kemantan (6 desa)

Kec. Air Hangat Timur, Kab. Kerinci, Jambi

426 ha

1.442 KK

Penulisan PIN

15

Hutan Adat Nenek Limo Hiang Tinggi Nenek Empat Betung Kuning (4 desa)

Kec. Sitinjau Laut , Kab. Kerinci

838,95 ha

741 KK

Penulisan PIN

16

Hutan Adat Liang Karo

Desa Danau Usung Kec. Murung Kab. Murung Raya, Kalimantan Tengah

88 ha

662 jiwa

Penulisan PIN

17

HKm TEGANAK

Desa Meragun, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat

2.325 ha

155 jiwa

Penulisan PIN

18

HD (proses pengajuan) Desa Medan Mas,

Desa Nipah Panjang,

Desa Tanjung Harapan

Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat

26.132 ha

5.748 jiwa

Penulisan PIN

19

Hutan Hyang Argopuro

Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur

900 ha

876 KK

Penulisan PIN

21

HKm di Dompu

Desa Kamabura, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu

223 ha

135 KK

Persiapan

 

Kontak Person Konsorsium

Arif Aliadi

Koordinator Konsorsium Pengelola Jasa Lingkungan Indonesia

Email:  This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

No hp: 0812-1102660

Skype: arifaliadi

 

Kirim Komentar


Kode keamanan
Refresh