By A Web Design

Visitor Map

Visitors Counter

mod_vvisit_counterPengunjung hari ini11
mod_vvisit_counterTotal pengunjung415904

whosonline

Ada 4 tamu online
REDD


Perdagangan Karbon Bisa Libatkan Petani
Ditulis oleh Artha Senna_Green Radio 89,2 fm   
Kamis, 04 Oktober 2012 12:40

REDD (Reducing Emission from Deforestattion and Degradation) menjadi salah satu agenda utamna yang dibicarakan dalam Konferensi tingkat Tinggi para Pemangku Kepentingan (COP) tentang perubahan iklim. Program REDD yang paling besar adalah mendorong negara-negara maju membayar kepada negara-negara berkembang agar mencegah terjadinya penggundulan hutan. Indonesia sendiri berupaya untuk menurunkan 26 persen gas emisinya.

Soal dana deforestasi bagi negara berkembang menurut Bank Dunia tiap tahunnya ada sekitar 2 – 20 miliar dolar Amerika. Dan dana inilah yang bisa diserap secara langsung bagi Indonesia karena hutan di republik ini memiliki potensi yang sangat besar dalam menyerap karbon. Indonesia masih memiliki sekitar 88 juta hektar hutan yang bisa dimanfaatkan dalam perdagangan karbon.

“Dengan skema perdagangan karbon lokal dapat memberikan apresiasi kepada petani pengelola hutan. Masyarakat petani itu dilibatkan dalam menurunkan emisi dengan cara mencegah dan menangani illegal loging, kebakaran hutan dan mencegah perambahan. Sebaliknya mereka diajak untuk menanam dan merehabilitasi hutan,” kata Arif Aliadi, Direktur  Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) saat diskusi Perdagangan Karbon, Selasa (22/5) lalu di Jakarta yang digagas LATIN dan Perkumpulan Skala.

 
Masyarakat Lokal pun Bisa Terlibat Perdagangan Karbon
Ditulis oleh Zika Zakiyah_National GeoGraphic_Mei 2012   
Rabu, 03 Oktober 2012 13:55

Contoh peran masyarakat lokal terjadi di Koperasi Sedyo Makmur di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Perdagangan karbon (carbon trading) selama ini hanya bisa dilakukan oleh Pemerintah, organisasi internasional, dan perusahaan. Sertifikat penurunan emisi dan peningkatan cadangan karbon adalah yang diperdagangkan di sini. Namun, tidak mudah meraihnya karena harus diperoleh melalui lembaga internasional yang sudah mengembangkan standard yang diakui secara internasional.

Selain itu, nilainya pun cukup mahal jika ditanggung oleh pihak individu. Padahal, menurut Arif Aliadi sebagai Direktur Lembaga Alam Tropika Indonesia (Latin), carbon trading tidak perlu serumit itu. Masyarakat petani hutan pun bisa turut andil dalam transaksi ini. Apalagi mereka sudah terbiasa merawat hutan dengan cara mencegah dan menangani kebakaran hutan serta rehabilitasi pepohonan.

"Menurunkan emisi dan peningkatan cadangan karbon sudah jadi bagian dari masyarakat. Tapi selama ini tidak dianggap sebagai carbon trading, tidak ada insentif untuk mereka," kata Arif dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (22/5)

 
LATIN dan KAIL Membuat KARTU PINTAR untuk Apreasiasi Pelestari Hutan
Ditulis oleh Achmad Siddik Thoha   
Kamis, 27 September 2012 20:52

 

Di sebuah pedalaman Kalimantan, seorang dokter bekerja dengan penuh dedikasi. Selain melayani masyarakat berobat dan memotivasi hidup sehat, dokter juga melakukan hal lain yang sangat mulia. Sang dokter yang mendirikan klinik kesehatan juga meringankan biaya bagi masyarakat yang melestarikan hutan. Sebuah tindakan yang unik namun sangat mengena. Masyarakat dimotivasi melestarikan hutan dengan cara mendapat layanan spesial ketika mereka berobat. Dalam arti lain Sang Dokter ini telah memberikan apresiasi dalam bentuk layanan kesehatan pada warga yang telah ikut serta memelihara hutan.

 
Pahlawan Penyelamat Umat Manusia dari Gunung Kidul
Ditulis oleh A.Siddik   
Selasa, 15 Mei 2012 14:37

Pelatihan Mengukur Cadangan Karbon dan Perubahannya Pada pengelolaan Hutan Komunitas” yang diadakan pada tangal 24-26 Pebruari 2012

 

Kita adalah pahlawan penyelamat umat manusia.

Kita sebenarnya menjadi Pahlawan ‘Ora Rumongso’ .

Kata-kata motivatif diatas diungkapkan oleh Lurah Desa Ngeposari Kecamatan Semanu Kabupaten Gunung Kidul kepada masyarakat yang menjadi peserta ” Pelatihan Mengukur Cadangan Karbon dan Perubahannya Pada pengelolaan Hutan Komunitas” yang diadakan pada  tangal 24-26 Pebruari 2012. Selama ini kita mengenal beberapa istilah pahlawan seperti Pahlawan Revolusi, Pahlawan Kemerdekaan atau setidaknya Pahlawan Tanda Jasa. Namun, kata Pahlawan ‘ora rumongso’ merupakan istilah baru yang unik dan terasa aneh.

 
Penyusunan Project Design Document (PDD)
Ditulis oleh Abdullah   
Sabtu, 05 Mei 2012 14:04

Dalam upaya melangkah lebih jauh dalam skema perdagangan karbon, pengelola hutan komunitas, perlu membekali diri dengan pemahaman dan ketrampilan yang memadai. Persyaratan sertifikasi yang diperlukan dalam investasi karbon menuntut kesiapan komunitas memenuhi standar yang dibutuhkan pasar.Pesrsyaratan awal yang diperlukan untuk medndapatkan sertifikasi perdagangan karbon adalah tersedianya Project Design Document (PDD).

 
<< Mulai < Kembali 1 2 3 4 Berikut > Akhir >>

Halaman 3 dari 4